Aksi RBI sempat mengangkat rupee, namun kerugian sejak awal bulan masih berlanjut karena investor asing terus menarik dana

    by VT Markets
    /
    Mar 30, 2026
    Rupee India naik lebih dari 1% ke 93,53 per dolar AS setelah tindakan dari Reserve Bank of India (RBI, bank sentral India). RBI juga memperkenalkan batas yang lebih ketat untuk posisi neto terbuka rupee bank di pasar valuta asing (forex, yaitu pasar tukar-menukar mata uang). Bank komersial diminta membatasi posisi neto terbuka hingga $100 juta pada akhir setiap hari kerja, berlaku mulai 10 April. Ini menggantikan aturan sebelumnya yang mengizinkan posisi hingga 25% dari total modal perusahaan (capital, yaitu dana/modal yang menjadi “penyangga” keuangan perusahaan). Meski sempat memantul, rupee turun 4% bulan ini di tengah arus keluar portofolio asing yang mencetak rekor. Ini termasuk -$12,1 miliar dari saham (equities, yaitu kepemilikan/lembar saham perusahaan) dan -$1,6 miliar dari obligasi (bonds, yaitu surat utang). Langkah ini terjadi bersamaan dengan tekanan dari kondisi perdagangan dan keuangan publik (public finance, yaitu kondisi keuangan pemerintah seperti penerimaan, belanja, dan utang). Imbal hasil (yield, yaitu tingkat hasil/return) obligasi pemerintah India tenor 10 tahun hampir naik melewati 7,0% untuk pertama kalinya sejak Juli 2024. Tahun lalu, intervensi RBI (intervention, yaitu aksi langsung bank sentral di pasar, misalnya membeli/menjual dolar) membawa rupee kembali ke 93,53/USD setelah penurunan tajam. Langkah itu, ditambah batas baru posisi mata uang terbuka bank (open currency positions, yaitu selisih posisi beli vs jual mata uang yang belum ditutup), hanya memberi dorongan sementara. Kelemahan dasar yang sudah ada saat itu masih mendorong pasar hari ini. Arus keluar FPI (Foreign Portfolio Investors, yaitu investor asing yang menempatkan dana pada saham/obligasi tanpa mengendalikan perusahaan) yang besar pada 2025 belum berbalik. Data kuartal pertama 2026 menunjukkan investor asing masih menjadi penjual bersih (net sellers, yaitu lebih banyak menjual daripada membeli), menarik tambahan $5,2 miliar dari pasar India. Tekanan jual yang terus-menerus ini secara alami membatasi penguatan rupee. Hambatan struktural dari perdagangan masih menjadi kekhawatiran besar. Defisit perdagangan India (trade deficit, yaitu impor lebih besar daripada ekspor) melebar lagi pada Februari 2026 menjadi $22,5 miliar, memberi tekanan turun yang konsisten pada mata uang. Faktor-faktor dasar ini menunjukkan arah yang paling mungkin untuk rupee adalah melemah. Imbal hasil obligasi pemerintah India 10 tahun sudah melewati 7,0% dan stabil di sekitar 7,15%. Ini menandakan tekanan fiskal (fiscal pressure, yaitu tekanan pada anggaran pemerintah—defisit dan kebutuhan pembiayaan) yang berlanjut dan membuat utang berdenominasi rupee (rupee-denominated debt, yaitu obligasi/utang yang dibayar dalam rupee) kurang menarik bagi modal asing. Imbal hasil yang tinggi mencerminkan risiko yang menekan nilai mata uang. Bagi trader derivatif (derivatives, yaitu produk keuangan “turunan” yang nilainya mengikuti aset seperti mata uang), ini berarti penguatan rupee jangka pendek bisa dilihat sebagai peluang untuk bersiap pada pelemahan lanjutan. Rupee sudah melemah melewati 95/USD lebih awal kuartal ini, membentuk kisaran baru. Menggunakan kontrak forward (forward contracts, yaitu perjanjian menukar mata uang pada kurs tertentu di tanggal mendatang) atau membeli opsi call USD (USD call options, yaitu hak untuk membeli dolar pada harga tertentu) bisa menjadi cara untuk lindung nilai (hedge, yaitu mengurangi risiko) atau berspekulasi atas pergerakan ke level yang lebih tinggi.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code