Guncangan Pasokan Timur Tengah Dan Sensitivitas Pasar
Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA—lembaga yang menganalisis pasar energi global) mengatakan penutupan Hormuz menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar. Harga minyak hanya sedikit di bawah $120 yang tercapai bulan lalu ketika aset energi penting diserang. OPEC+ (kelompok OPEC dan negara mitra yang mengatur produksi) mengatakan kerusakan infrastruktur energi di Timur Tengah dapat membuat pasokan tetap terbatas bahkan setelah konflik berakhir. Artikel ini mencatat harga minyak tetap mencerminkan gangguan besar meskipun kuota dinaikkan. Kita ingat konflik tahun lalu, saat harga Brent melonjak mendekati $120 per barel karena gangguan pasokan paling besar dalam sejarah. Guncangan pasokan besar pada 2025 (gangguan tiba-tiba yang mengurangi pasokan) membuat pasar sangat peka terhadap ancaman geopolitik baru (risiko dari konflik antarnegara). Kini, dengan Brent diperdagangkan sekitar $91, tanda ketidakstabilan sedikit saja dapat memicu kembali pola kenaikan harga yang ekstrem. Pasokan saat ini sudah ketat, bahkan tanpa konflik terbuka. OPEC+ memperpanjang pemangkasan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga pertengahan tahun, sebagai sinyal untuk menopang harga. Survei terbaru menunjukkan kepatuhan terhadap pemangkasan ini kuat; produksi kelompok pada Maret justru turun, sehingga memperkuat gambaran pasokan yang ketat.Strategi Opsi Dan Pemantauan Volatilitas
Mengingat pasar masih mengingat penutupan Hormuz tahun 2025, kita perlu siap menghadapi perubahan harga tajam bila ada berita buruk dari Timur Tengah. Ini menunjukkan membeli opsi call berjangka panjang (kontrak yang memberi hak untuk membeli di harga tertentu hingga tanggal tertentu; “jangka panjang” berarti masa berlakunya lebih lama) bisa menjadi strategi yang masuk akal untuk bersiap jika terjadi kenaikan harga karena pasokan terganggu. Premi opsi (biaya untuk membeli opsi) dapat menarik sebelum ketegangan baru sepenuhnya tercermin dalam harga. Kerusakan infrastruktur energi akibat perang tahun lalu masih membayangi pasar, membatasi kapasitas produksi cadangan global (kemampuan produksi tambahan yang bisa dinaikkan cepat) dan memberi dasar penopang harga. Walaupun IEA sedikit memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan 2026 menjadi 1,3 juta barel per hari, itu belum cukup untuk menutupi risiko pasokan yang terus ada. Ini dinilai mendukung kenaikan harga minyak mentah. Karena itu, volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang “terbaca” dari harga opsi) pada opsi Brent bisa jadi masih terlalu murah, mengingat potensi lonjakan cepat seperti pada 2025. Trader sebaiknya memantau kontrak futures bulan terdekat (kontrak berjangka yang paling dekat jatuh tempo) untuk tanda meningkatnya backwardation (kondisi saat harga kontrak dekat lebih mahal daripada kontrak yang jatuh tempo lebih jauh; biasanya menandakan pasokan saat ini sangat ketat). Ini menjadi indikator penting bahwa kekhawatiran pasokan segera kembali meningkat.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.