Analis MUFG memperingatkan bahwa konflik Iran dapat mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz, melemahkan mata uang Asia dan menekan suku bunga

    by VT Markets
    /
    Mar 14, 2026
    Analis MUFG mengatakan mata uang dan suku bunga di Asia bisa mendapat tekanan jika konflik Iran mengganggu pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz. Mereka mengatakan pasar memantau perkembangan konflik dan dampaknya pada harga minyak. Mereka mengatakan Asia akan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak jika Selat Hormuz terganggu, karena 90% minyak yang dikirim lewat selat itu menuju kawasan ini. Mereka juga mengatakan Asia sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.

    Paparan Energi Asia dan Risiko Pasokan

    Mereka melaporkan bahwa Asia mengimpor hampir 60% minyak mentah (crude oil: minyak bumi yang belum diolah), 22% produk minyak olahan (refined petroleum: bahan bakar/produk minyak yang sudah diproses seperti bensin dan diesel), 20% gas alam (natural gas: gas untuk energi), dan lebih dari 40% gas lain seperti LPG (Liquefied Petroleum Gas: gas minyak cair, umumnya untuk memasak) dari Timur Tengah. Mereka mengatakan risikonya bukan hanya harga minyak yang lebih tinggi, tetapi juga kemungkinan kekurangan energi dan gangguan rantai pasok (supply chain: alur pengadaan dan pengiriman barang dari bahan baku sampai ke konsumen). Mereka mengatakan kondisi ini bisa menekan pertumbuhan ekonomi regional dan menambah risiko inflasi (inflation: kenaikan harga barang/jasa secara umum). Mereka menambahkan bahwa fokus pekan berikutnya mencakup bank sentral G10 (G10: kelompok negara maju besar) dan bank sentral Asia yang menilai inflasi akibat guncangan energi terbaru, sementara pertumbuhan dalam negeri masih tidak merata. Dengan Asia menerima 90% minyak yang melewati selat tersebut, respons langsung adalah mengambil posisi yang diuntungkan jika mata uang negara pengimpor melemah. Karena India mengimpor lebih dari 85% kebutuhan minyak mentahnya, mata uangnya sangat rentan. Ini membuat opsi put (put options: kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, biasanya dipakai untuk melindungi diri atau untung saat harga turun) pada Rupee India (INR) terhadap dolar AS menjadi strategi yang masuk akal. Strategi serupa bisa diterapkan pada Won Korea Selatan (KRW) dan Baht Thailand (THB).

    Ide Posisi untuk Mata Uang, Minyak, dan Suku Bunga

    Paparan langsung lewat instrumen turunan minyak (oil derivatives: kontrak keuangan yang nilainya mengikuti harga minyak, misalnya futures dan opsi) perlu dipertimbangkan, dengan Brent crude (Brent: patokan harga minyak global) sudah menembus $95 per barel dari berita terbaru. Posisi long (long positions: strategi untuk untung jika harga naik) pada kontrak futures minyak (oil futures: kontrak untuk membeli/menjual minyak di harga tertentu pada waktu tertentu) atau membeli opsi call (call options: hak untuk membeli pada harga tertentu, biasanya dipakai untuk untung saat harga naik) pada ETF minyak (ETF: produk investasi yang diperdagangkan seperti saham dan mengikuti indeks/aset tertentu) adalah cara sederhana untuk memanfaatkan ketakutan pasar soal pasokan. Opsi call memberi risiko yang lebih terukur karena kerugian biasanya terbatas pada premi yang dibayar. Dampak inflasi pada kebijakan bank sentral juga perlu diantisipasi, sehingga membuka peluang pada instrumen turunan suku bunga (interest rate derivatives: produk keuangan yang nilainya mengikuti pergerakan suku bunga). Bank sentral di Asia yang sebelumnya mempertimbangkan pemotongan suku bunga mungkin terpaksa menahan suku bunga atau memberi sinyal lebih hawkish (hawkish: cenderung lebih ketat dan mendukung suku bunga lebih tinggi) untuk menahan kenaikan biaya energi. Ini membuat strategi yang bertaruh suku bunga jangka pendek tetap tinggi lebih lama menjadi lebih relevan. Ketidakpastian yang meningkat membuat lonjakan volatilitas pasar (market volatility: besarnya naik-turun harga) sangat mungkin terjadi. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli opsi untuk memanfaatkan kenaikan ayunan harga, terutama pada pasangan mata uang seperti USD/KRW. Ini memungkinkan keuntungan dari ketidakstabilan itu sendiri, yang menjadi ciri utama kondisi pasar saat ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code