Prospek Pasokan LNG Untuk 2026
Mereka memperkirakan total pasokan LNG yang tersedia pada 2026 sekitar 443 juta ton, dibanding 442 juta ton pada 2025. Mereka mengatakan pasokan LNG baru dari AS tidak akan menutupi gangguan pasokan di Timur Tengah dan Afrika Utara, dan Mesir akan tetap menjadi importir bersih sampai 2026. Mereka mengatakan bahkan jika dibuka kembali pada akhir April, arus energi tidak akan pulih sebelum Juli atau Agustus. Mereka juga menyatakan serangan terhadap infrastruktur LNG Qatar menghambat arus LNG kembali ke tingkat sebelum perang. Mereka menaikkan perkiraan TTF Q3–Q4 2026 menjadi €50/MWh dan €48/MWh. Mereka mengatakan Eropa dan Asia saling bersaing untuk mendapatkan muatan LNG yang terbatas. (Muatan LNG adalah kargo gas alam cair yang dikirim dengan kapal.) Kenaikan harga gas alam yang besar berarti kita harus bertindak dengan pandangan bahwa “banjir LNG” (pasokan yang sangat berlimpah) sudah berakhir. Dengan kontrak TTF Q2 kini diperkirakan €61/MWh, strategi utama adalah membangun posisi beli (long; bertaruh harga naik) pada kontrak berjangka (futures; perjanjian membeli/menjual di harga tertentu untuk tanggal mendatang) bulan Mei dan Juni 2026, karena pasar belum sepenuhnya memasukkan kondisi baru ini ke harga. Kontrak TTF April sudah melonjak lebih dari 15% dalam sepekan terakhir dan diperdagangkan mendekati €55/MWh, menandakan dorongan naik yang kuat.Backwardation Mendukung Transaksi Calendar Spread
Perkiraan ini menciptakan backwardation yang tajam, yaitu kondisi ketika harga untuk waktu dekat lebih tinggi daripada harga untuk periode berikutnya, dengan harga Q2 jauh di atas €50/MWh yang diharapkan untuk Q3. Struktur ini mendukung transaksi calendar spread, yaitu strategi memperdagangkan selisih harga antar-periode: membeli (long) kontrak Q2 sambil menjual (short; bertaruh harga turun) kontrak Q4 2026 atau Q1 2027 untuk mengambil untung dari “premi” jangka dekat yang tinggi. (Premi berarti harga ekstra di atas harga periode lain.) Volatilitas pasar (naik-turun harga yang cepat dan besar) mengingatkan pada krisis energi 2022, ketika harga melampaui €300/MWh, sehingga €61 bisa dibilang target yang berhati-hati jika gangguan pasokan memburuk. Kita keluar dari musim dingin 2025/2026 dengan penyimpanan gas Eropa berada di level sehat 58% penuh, menurut data terbaru Gas Infrastructure Europe. Namun, cadangan ini akan diuji ketika musim pengisian dimulai dengan pasokan LNG yang sangat terbatas. Kekurangan pasokan pasar akan membuat pengisian ulang untuk musim dingin berikutnya menjadi sangat mahal dan sulit, sehingga menopang harga sepanjang paruh kedua tahun. Persaingan dengan Asia untuk sisa muatan LNG menjadi makin penting. Selisih harga antara patokan Asia JKM dan TTF Eropa menyusut menjadi hanya €2/MWh, menunjukkan perusahaan listrik Asia menawar agresif untuk mengamankan pasokan yang sebelumnya akan mengalir ke Eropa. Kita perlu memantau selisih ini karena pelebaran selisih bisa menandakan kondisi sementara yang lebih ringan bagi pembeli Eropa, atau sebaliknya. (JKM adalah patokan harga LNG di Asia; patokan/benchmark berarti acuan harga.) Harga gas yang tetap tinggi membuat pembangkit listrik berbahan batu bara menjadi lebih menguntungkan. Karena itu, kita perlu mengantisipasi naiknya permintaan izin emisi karbon Uni Eropa (EUAs), yaitu surat izin untuk melepaskan sejumlah emisi CO₂. Tren ini sudah terlihat pada akhir 2025. Kontrak berjangka EUA sudah naik lagi mendekati €70 per ton, dan membangun posisi beli (long) di sini menjadi cara lain untuk memperdagangkan dampak dari kekurangan gas.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.