Normalisasi Kebijakan Tetap Bertahap
Ia mengatakan perlambatan tajam seperti di AS yang dipicu pengetatan kredit (pinjaman lebih sulit/mahal didapat karena bank memperketat syarat) tampaknya tidak mungkin. Ia mengatakan suku bunga riil jangka pendek di Jepang tetap jauh di bawah nol (suku bunga setelah memperhitungkan inflasi) bahkan setelah kenaikan suku bunga pada Desember. Ia memperingatkan bahwa perbedaan arah kebijakan antara Jepang dan negara lain dapat meningkatkan volatilitas (naik-turun harga yang tajam), terutama di pasar valuta asing (transaksi tukar-menukar mata uang). Ia mengatakan BoJ berada pada tahap untuk mempertimbangkan pengurangan neraca (total aset yang dimiliki bank sentral) dan mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) secara perlahan. Ia mengatakan lemahnya permintaan untuk JGB tenor sangat panjang (obligasi dengan jatuh tempo sangat lama) perlu dipantau ketat, termasuk pada tinjauan sementara bulan Juni atas rencana pengurangan pembelian (taper plan: rencana mengurangi pembelian aset secara bertahap). Ia mengatakan BoJ mungkin perlu bertindak fleksibel, termasuk membeli JGB, jika fungsi pasar (kelancaran transaksi dan harga terbentuk wajar) memburuk. USD/JPY turun 0,35% ke 155,90. BoJ menargetkan inflasi sekitar 2% dan menaikkan suku bunga pada Maret 2024 setelah bertahun-tahun menjalankan QQE (Quantitative and Qualitative Easing: pelonggaran besar-besaran lewat pembelian aset dan panduan untuk mendorong inflasi), suku bunga negatif (bank terkena “biaya” saat menyimpan dana di bank sentral), dan kontrol imbal hasil (yield curve control: mengarahkan/menahan imbal hasil obligasi pada level tertentu). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.