Angka-angka yang dihimpun FXStreet menunjukkan harga emas di Arab Saudi meningkat, dengan logam tersebut diperdagangkan lebih tinggi selama sesi ini.

    by VT Markets
    /
    Mar 5, 2026
    Harga emas naik di Arab Saudi pada Kamis, berdasarkan data yang dihimpun FXStreet. Emas dihargai SAR 624,44 per gram, naik dari SAR 619,69 pada Rabu. Harga per tola naik menjadi SAR 7.283,37 dari SAR 7.227,92 sehari sebelumnya. Kurs lain yang tercantum adalah SAR 6.244,45 untuk 10 gram dan SAR 19.422,43 per troy ounce (ons troy, satuan berat khusus untuk logam mulia).

    Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas Arab Saudi

    FXStreet menghitung harga Arab Saudi dengan mengubah harga emas internasional memakai kurs USD/SAR (nilai tukar Dolar AS terhadap Riyal Saudi) dan satuan ukuran lokal. Harga diperbarui setiap hari saat waktu publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda. Emas dipakai sebagai penyimpan nilai (aset untuk menjaga nilai kekayaan) dan alat tukar. Emas sering dianggap sebagai pelindung dari inflasi (kenaikan harga barang secara umum) dan melemahnya mata uang. Bank sentral adalah pemegang emas terbesar dan memakainya untuk diversifikasi cadangan (menyebar cadangan ke beberapa aset agar risiko tidak terkumpul di satu aset). Data World Gold Council menunjukkan bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022. Ini adalah pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai, dengan China, India, dan Turki termasuk negara yang menambah cadangan. Harga emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko (misalnya saham). Harganya dipengaruhi geopolitik (situasi politik dan konflik antarnegara), kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi), suku bunga, dan kuat-lemahnya Dolar AS, karena emas diperdagangkan dalam dolar (XAU/USD: kode pasar untuk emas terhadap Dolar AS).

    Pendorong Makro di Balik Kuatnya Emas

    Kenaikan emas belakangan ini menarik perhatian. Pergerakan ini sejalan dengan melemahnya Dolar AS dan turunnya imbal hasil Treasury (yield, yaitu tingkat keuntungan obligasi) dalam beberapa minggu terakhir. Ini bukan peristiwa lokal, tetapi bagian dari pergeseran ekonomi global (makroekonomi: kondisi ekonomi secara luas seperti suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan). Pasar makin memperkirakan sikap The Federal Reserve (bank sentral AS) yang lebih dovish (lebih mendukung pelonggaran kebijakan, misalnya menurunkan suku bunga), berbeda dari sikap hawkish (lebih ketat, misalnya menaikkan suku bunga) yang dominan sepanjang 2025. Laporan pekerjaan AS terbaru menunjukkan pengangguran naik ke 4,1%, sehingga ekspektasi menguat untuk setidaknya satu kali penurunan suku bunga sebelum kuartal ketiga. Perkiraan suku bunga yang lebih rendah mengurangi “biaya peluang” (keuntungan yang dikorbankan) saat memegang aset yang tidak memberi bunga seperti emas. Permintaan konsisten dari bank sentral juga menjadi penopang kuat harga. Setelah pembelian rekor 2022, bank sentral menambah 1.037 ton pada 2023 dan tetap membeli dalam jumlah besar sepanjang 2024 dan 2025, dengan China dan Polandia sebagai pembeli yang menonjol. Permintaan institusi (pembelian oleh lembaga besar seperti bank sentral) ini menunjukkan penurunan tajam kemungkinan akan dimanfaatkan untuk membeli. Ketegangan geopolitik di beberapa wilayah penting terus berlangsung, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven (aset “aman” saat pasar bergejolak). Selain itu, proyeksi pertumbuhan global 2026 yang melambat mendorong perpindahan dari aset lebih berisiko ke aset yang dianggap lebih aman. Indeks Volatilitas CBOE (VIX, ukuran seberapa besar gejolak pasar saham AS) bergerak naik, mencerminkan meningkatnya rasa cemas pasar. Untuk trader derivatif (instrumen turunan, nilainya mengikuti aset lain seperti emas), ini berarti membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) atau bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain di harga lebih tinggi untuk membatasi biaya) pada ETF emas (reksa dana yang diperdagangkan di bursa dan mengikuti harga emas) bisa menjadi strategi untuk menangkap potensi kenaikan dalam beberapa minggu ke depan. Volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi) masih wajar, memberi titik masuk yang cukup baik untuk posisi long (posisi yang diuntungkan jika harga naik). Trader juga bisa mempertimbangkan menjual put out-of-the-money (opsi jual dengan harga kesepakatan di bawah harga pasar saat ini) untuk mengumpulkan premi (uang yang diterima dari menjual opsi), dengan taruhan bahwa dukungan pembelian bank sentral tetap kuat.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code