Level Teknis Dan Momentum
Jika harga menembus harga tertinggi tahunan di 111,47, harga bisa menguji 112,00 berikutnya. Dengan ATR (Average True Range/Rentang Pergerakan Rata-rata, ukuran seberapa besar harga biasanya bergerak) di 111 pip (pip = satuan perubahan harga kecil pada pasangan mata uang), level resistance (batas atas tempat harga sering tertahan) berikutnya disebutkan di 112,49 lalu 113,00. Jika pasangan ini turun kembali di bawah 111,00, harga bisa menguji puncak siklus 10 Februari di 110,67. Level penurunan berikutnya yang disebutkan adalah SMA 20 hari (Simple Moving Average/rata-rata harga 20 hari, sering dipakai untuk melihat arah tren) di 109,34 dan garis tren support (garis bantuan di bawah harga yang sering menahan penurunan) dari titik terendah November 2025 di dekat 108,00. Nilai yen terkait dengan kinerja ekonomi Jepang, kebijakan Bank of Japan (BoJ, bank sentral Jepang), selisih imbal hasil obligasi, dan sentimen risiko. Sikap BoJ yang sangat longgar (kebijakan uang murah: suku bunga rendah dan dukungan besar pada ekonomi) dari 2013 sampai 2024 melemahkan yen, sedangkan pengurangan kebijakan longgar (mengurangi stimulus secara bertahap) sejak 2024 memberi sedikit dukungan dan memperkecil selisih imbal hasil obligasi 10 tahun AS–Jepang. Berdasarkan dorongan kuat melewati 111,00, momentum langsung kami nilai bullish untuk AUD/JPY. Lonjakan dipicu data CPI Australia kemarin (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi), yang tercatat 1,2% per kuartal, jauh lebih tinggi dari perkiraan kami 0,8%. Hal ini membuat pasar memperhitungkan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi dari RBA tahun ini. Gambaran teknis mendukung pembelian mengikuti kekuatan ini, karena RSI belum mencapai tingkat “terlalu banyak beli” yang ekstrem seperti saat tren serupa pada 2024. Karena itu, kami dapat mempertimbangkan membeli opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) dengan strike (harga kesepakatan) di sekitar 112,00 atau 112,50, dengan target kenaikan lanjutan dalam dua sampai tiga minggu ke depan. Tren kuat menunjukkan penurunan ke area 111,00 kemungkinan akan dilihat sebagai peluang beli.Pertimbangan Risiko Dan Penempatan Posisi
Namun, kita harus tetap sadar bahwa Yen Jepang berpotensi berbalik tajam. Pekan lalu, kami mencatat komentar pejabat BoJ yang menunjukkan ketidaknyamanan yang makin besar terhadap lemahnya yen, yang bisa menjadi sinyal normalisasi kebijakan (kembali ke kebijakan lebih ketat, misalnya suku bunga lebih tinggi) yang lebih cepat. Pengurangan kebijakan super longgar BoJ, yang dimulai pada 2024, tetap menjadi risiko terbesar bagi tren naik ini. Untuk mengelola risiko ini, kita bisa memakai derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan) untuk membatasi risiko, misalnya menggunakan bull call spread (strategi opsi: beli call dan jual call lain di strike lebih tinggi untuk menekan biaya dan membatasi untung/rugi) daripada membeli aset dasarnya langsung. Kami melihat volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga yang tercermin pada harga opsi) pada opsi AUD/JPY melonjak ke level tertinggi enam bulan di 14,2% pagi ini, mencerminkan ketegangan antar bank sentral. Membeli opsi put pelindung (kontrak yang memberi hak menjual untuk membatasi kerugian) dengan strike di bawah level support kunci 110,67 juga cara yang bijak untuk melindungi posisi beli. Latar fundamental (faktor dasar ekonomi) masih mendukung dolar Australia yang kuat untuk saat ini. Selisih suku bunga menjadi pendorong utama, dengan selisih antara obligasi pemerintah Australia dan Jepang tenor 10 tahun kini di 385 basis poin (bps; 1 bps = 0,01%), level terlebar sejak kuartal ketiga 2025. Selama sentimen risiko pasar lebih luas tetap positif, daya tarik carry trade (strategi meminjam mata uang bersuku bunga rendah untuk membeli mata uang bersuku bunga lebih tinggi) ini kemungkinan tetap menekan yen yang dikenal sebagai aset aman (safe-haven: aset yang cenderung dicari saat pasar takut).Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.