Baker Hughes melaporkan bahwa jumlah rig minyak AS turun menjadi 407 dari 409 di Amerika Serikat.

    by VT Markets
    /
    Feb 28, 2026
    Baker Hughes melaporkan jumlah rig (menara pengeboran) minyak di AS turun menjadi 407 dari 409. Perubahan ini berarti turun 2 rig dibandingkan hitungan sebelumnya. Penurunan kecil jumlah rig minyak AS menjadi 407 menunjukkan pasokan (ketersediaan minyak) dari Amerika di masa depan bisa lebih ketat. Ini melanjutkan pola disiplin belanja modal (menahan pengeluaran untuk proyek baru) dari produsen yang terlihat sepanjang 2025. Perubahan kecil ini menambah sentimen bullish (pandangan bahwa harga cenderung naik) di pasar.

    Supply Demand Signals

    Data minggu ini lebih penting jika dilihat bersama laporan terbaru Energy Information Administration (EIA: lembaga pemerintah AS yang merilis data energi), yang menunjukkan penurunan tak terduga sebesar 2,5 juta barel dari persediaan (stok) minyak mentah komersial. Data terbaru juga menunjukkan permintaan global melebihi perkiraan awal, dengan konsumsi di Asia naik lebih dari 1,2 juta barel per hari dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan keseimbangan pasokan dan permintaan semakin rapuh. Sebagai respons, kita bisa mempertimbangkan menambah posisi bullish (posisi yang diuntungkan saat harga naik) pada derivatif (produk keuangan yang nilainya mengikuti harga aset) minyak mentah untuk beberapa minggu ke depan. Membeli call option (opsi beli: hak untuk membeli pada harga tertentu) jangka dekat pada WTI futures (kontrak berjangka WTI: perjanjian membeli/menjual WTI di tanggal tertentu), khususnya kontrak April 2026, memberi cara langsung untuk mendapat untung jika harga naik. Pasar mungkin belum sepenuhnya menghargai lambatnya respons pasokan dari shale AS (minyak serpih: minyak dari batuan serpih yang diproduksi lewat teknik khusus). Keputusan terbaru OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutunya) untuk mempertahankan pemangkasan produksi saat ini hingga kuartal kedua semakin menguatkan batas bawah harga (level harga yang cenderung tertahan untuk tidak turun) dan mengurangi pasokan. Langkah ini, ditambah pertumbuhan produksi non-OPEC yang lambat, bisa memicu volatilitas harga (naik-turun harga yang lebih tajam). Karena itu, memakai bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada harga berbeda untuk membatasi biaya sekaligus membatasi keuntungan) bisa menjadi strategi untuk mengelola risiko sambil bersiap pada kenaikan harga moderat. Kita melihat situasi serupa pada musim gugur 2025 ketika jumlah rig yang datar, meski harga menguat, mendahului lonjakan tajam WTI hingga di atas $90 per barel. Kenaikan itu didorong oleh serangkaian penurunan persediaan yang lebih besar dari perkiraan. Sinyal awal ini menunjukkan kondisi bisa terulang, mengarah pada pasar yang lebih ketat daripada yang tercermin pada harga saat ini.

    Implications For Positioning

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code