Kenaikan Jumlah Rig Menandakan Pasokan Bertambah
Kami melihat kenaikan jumlah rig minyak AS menjadi 411 sebagai sinyal jelas bahwa para produsen makin percaya diri terhadap harga yang stabil atau naik. Kenaikan mingguan keempat berturut-turut ini menunjukkan lebih banyak pasokan dari dalam negeri akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun ini. Ini adalah sinyal negatif (bearish, artinya berpotensi menekan harga) untuk harga minyak dalam jangka panjang. Data rig ini selaras dengan laporan terbaru EIA (Energy Information Administration, lembaga statistik energi pemerintah AS) dari Februari 2026, yang memproyeksikan produksi minyak mentah AS akan mencapai rekor baru 13,5 juta barel per hari tahun ini. Kenaikan jumlah rig menjadi bukti fisik bahwa perkiraan ini berada di jalur yang benar. Kami menilai pasokan masa depan ini akan menjadi pembatas besar yang menahan kenaikan harga. Pada saat yang sama, perlu diperhatikan bahwa OPEC+ (kelompok negara OPEC dan mitra seperti Rusia) bulan lalu menegaskan akan memperpanjang pemangkasan produksi sukarela hingga kuartal kedua. Langkah ini bertujuan menopang pasar dan kemungkinan akan menjadi “lantai” harga (batas bawah yang menahan harga agar tidak jatuh) dalam beberapa minggu ke depan. Ini menciptakan tarik-menarik klasik antara kenaikan produksi AS dan pasokan OPEC+ yang dibatasi. Bagi trader derivatif (derivative, produk turunan seperti opsi dan futures), ini menunjukkan bahwa menjual call credit spread pada WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) atau USO (ETF yang mengikuti pergerakan harga minyak) untuk jatuh tempo akhir 2026 bisa menjadi strategi yang masuk akal. Strategi ini diuntungkan bila kenaikan produksi AS membatasi potensi kenaikan harga minyak mentah di akhir tahun. Kami menilai volatilitas (volatility, ukuran seberapa besar dan cepat harga naik-turun) bisa meningkat saat dua kekuatan pasokan yang berlawanan ini berlangsung. Jika melihat ke belakang, jumlah rig sempat relatif datar sepanjang 2025 dan sulit bertahan di atas level 400. Kenaikan ke 411 saat ini adalah kenaikan paling berkelanjutan yang kami lihat dalam lebih dari satu tahun. Ini menegaskan perubahan nyata dalam aktivitas pengeboran.Sinyal Permintaan Menambah Tekanan Harga
Kami juga mencatat sinyal permintaan global terbaru beragam, dengan PMI manufaktur China (Purchasing Managers’ Index, indeks survei aktivitas pabrik) untuk Februari sedikit di bawah perkiraan. Potensi melemahnya permintaan ini, ditambah kenaikan pasokan AS, memperkuat pandangan kami yang berhati-hati terhadap harga minyak. Ini membuat kami meragukan apakah kenaikan harga yang tajam dapat bertahan dari titik ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.