BBH memperkirakan DXY akan bergerak dalam kisaran, dengan sentimen risiko sudah menyentuh titik terendah dan selisih suku bunga menjadi pendorong utama ke depan

    by VT Markets
    /
    Apr 15, 2026

    Brown Brothers Harriman memperkirakan Indeks Dolar AS (DXY) akan lebih banyak bergerak mengikuti perbedaan suku bunga jika sentimen risiko sudah mencapai titik terendah pada 30 Maret. Mereka mengatakan pasar mengabaikan proyeksi pertumbuhan global IMF yang lebih lemah dan lebih fokus pada narasi pemulihan.

    Bank tersebut memprediksi DXY akan tetap bergerak terbatas dalam kisaran 96,00–100,00, rentang yang bertahan hampir satu tahun. Kisaran ini diperkirakan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

    Mereka menilai guncangan energi mungkin berlanjut, tetapi periode terburuknya kemungkinan sudah lewat. Jika itu benar, pergerakan DXY akan lebih dipengaruhi selisih suku bunga (perbedaan tingkat bunga antarnegara yang memengaruhi arus dana) dibanding pergerakan sentimen risiko secara umum.

    Mereka juga menyoroti banyaknya pejabat bank sentral yang dijadwalkan berbicara. Namun, mereka tidak memperkirakan ada arahan kebijakan baru karena rapat kebijakan terakhir masih tergolong baru.

    Artikel tersebut menyebut dibuat dengan bantuan alat AI dan ditinjau editor. Artikel ini dikaitkan dengan FXStreet Insights Team, yang digambarkan sebagai jurnalis yang memilih pengamatan pasar dan menambahkan analisis internal serta dari pihak luar.

    Melihat kembali analisis dari 2025, prediksi dolar yang bergerak dalam rentang tertentu memang sempat terjadi. Indeks Dolar memang bergerak di antara 96,00 dan 100,00 selama beberapa bulan tahun lalu saat pasar fokus pada pemulihan global. Namun situasi itu jelas berubah saat memasuki 2026.

    Saat ini, perbedaan suku bunga kembali menjadi pendorong utama, tetapi kini mengarah pada penguatan dolar yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar bergerak dalam rentang. Inflasi jasa AS yang tetap tinggi, dengan data CPI terakhir menunjukkan inflasi inti 3,7% (inflasi inti berarti inflasi tanpa komponen yang harganya sering bergejolak seperti pangan dan energi), membuat pasar mengurangi perkiraan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve tahun ini. Ini berbanding terbalik dengan Bank Sentral Eropa (ECB), yang memberi sinyal pemangkasan suku bunga paling cepat Juni karena pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah.

    Bagi trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan kontrak berjangka yang nilainya mengikuti aset acuan), ini berarti strategi yang sempat efektif tahun lalu, seperti menjual strangle pada DXY, kini jauh lebih berisiko. Strangle adalah strategi opsi dengan menjual opsi beli dan opsi jual yang berada “di luar harga pasar” untuk mendapat premi, tetapi merugi besar jika harga bergerak kuat. Sebagai gantinya, perlu mempertimbangkan posisi untuk potensi penembusan naik (breakout) pada indeks dolar yang kini berada di sekitar 105. Membeli call spread (membeli opsi beli dan sekaligus menjual opsi beli lain di harga yang lebih tinggi untuk membatasi biaya dan potensi untung) pada indeks USD dapat menjadi cara untuk bersiap menuju level 107 seperti akhir 2025.

    Volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga ke depan yang tercermin di harga opsi) pada pasangan mata uang dolar meningkat, mencerminkan perbedaan arah kebijakan ini. Menurut CME FedWatch Tool (alat yang memperkirakan peluang perubahan suku bunga The Fed dari harga kontrak), peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Juli turun di bawah 40%, berubah tajam dari di atas 80% pada awal tahun. Ini membuat menjual put “di luar harga pasar” pada dolar menjadi strategi untuk mengumpulkan premi sambil tetap berpandangan bullish (bullish berarti memperkirakan harga naik).

    Pandangan ini juga didukung oleh selisih suku bunga besar antara AS dan ekonomi utama lain, terutama Jepang. Meski Bank of Japan mengakhiri kebijakan suku bunga negatif tahun lalu, selisih imbal hasil (yield differential: perbedaan tingkat imbal hasil instrumen bunga, misalnya obligasi) tetap sangat lebar. Karena itu, menggunakan derivatif untuk mempertahankan posisi long USD/JPY (long berarti diuntungkan jika USD menguat terhadap JPY) tetap menjadi transaksi utama untuk mengekspresikan tema ini.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code