Regional Recession Risk And Stagflation
BNY mengatakan risiko resesi meningkat tetapi berbeda antarwilayah, dengan Asia dinilai lebih rentan dibanding AS. BNY juga mengatakan stagflasi (inflasi tinggi saat pertumbuhan lambat) menjadi skenario ekonomi utama di banyak wilayah, dan perbedaan laju pertumbuhan antarnegara mungkin lebih penting daripada suku bunga untuk alokasi portofolio kuartal 2 (penempatan investasi pada Q2). BNY mengatakan subsidi pemerintah dan penjatahan (pembatasan pembelian/penyaluran) untuk meredam guncangan energi dapat menambah tekanan anggaran dan meningkatkan volatilitas obligasi (naik-turun harga obligasi makin tajam). BNY melaporkan 20 negara telah menerapkan langkah terkait energi, dan jumlahnya bisa bertambah jika konflik berlanjut melewati April. BNY mengutip perkiraan hambatan fiskal (dampak kebijakan anggaran yang menahan pertumbuhan, misalnya karena belanja pemerintah tertekan atau pajak naik) sebesar 1,5–3% dari PDB secara global. BNY juga menyebut skenario lain: pengiriman kembali normal sebelum akhir bulan, dibandingkan skenario gangguan berlanjut hingga April. Dengan Brent bulan-terdekat bertahan di atas $140 per barel, backwardation yang parah (harga jangka pendek lebih tinggi daripada harga jangka lebih panjang; biasanya menandakan barang langka sekarang) menandakan kekurangan yang sangat mendesak. Kita perlu mempertimbangkan transaksi calendar spread (strategi memperdagangkan selisih harga/kontrak antara dua bulan jatuh tempo) untuk memanfaatkan kondisi ini, tetapi volatilitas tinggi membuat waktu masuk sangat krusial. Ini guncangan pasokan yang lebih keras daripada yang terjadi pada 2025.Derivative Positioning And Volatility Strategy
Risiko biner (hasilnya cenderung dua arah: gangguan berakhir atau tidak) bahwa gangguan bisa selesai sebelum akhir bulan membuat taruhan arah harga secara langsung berbahaya. Indeks volatilitas minyak, OVX (indikator perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga minyak), melonjak di atas 60, mencerminkan ketidakpastian ekstrem yang tidak terlihat sejak awal 2022. Strategi derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) yang paling jelas adalah membeli volatilitas lewat opsi, seperti straddle pada futures minyak (membeli opsi beli dan opsi jual di harga yang sama) untuk mendapat keuntungan dari pergerakan besar ke salah satu arah. Stagflasi kini menjadi skenario dasar, membuka peluang di pasar mata uang. Karena Asia lebih rentan terhadap guncangan energi ini daripada Amerika Serikat, kita bisa mempertimbangkan opsi untuk mengambil posisi jual mata uang Asia terhadap dolar AS (short: mendapat untung bila mata uang melemah). Ini mencerminkan melebarannya selisih pertumbuhan yang kemungkinan lebih menentukan dibanding cerita suku bunga pada kuartal ini. Subsidi pemerintah menambah tekanan pada utang negara, terlihat dari melebar-nya spread obligasi (selisih imbal hasil/yield antara obligasi yang lebih berisiko dan acuan) untuk negara pengimpor energi. Memperdagangkan futures suku bunga dan opsi pada obligasi pemerintah memungkinkan kita mengambil posisi untuk yield yang naik dan volatilitas yang lebih tinggi. Hambatan fiskal, kini diperkirakan di atas 2% PDB untuk banyak negara, belum sepenuhnya tercermin dalam harga obligasi. Di saham, perbedaan kinerja antar sektor akan makin cepat. Kita dapat memakai opsi untuk membangun posisi yang menguntungkan produsen energi dibanding perusahaan yang bergantung pada belanja konsumen dan sektor industri yang menghadapi penekanan margin (laba menyusut) akibat biaya input (bahan/energi) yang lebih tinggi. Pasangan transaksi sederhana (pairs trade: membeli satu aset dan menjual aset lain untuk menargetkan selisih kinerja), long ETF energi dan short ETF consumer discretionary (ETF: reksa dana yang diperdagangkan di bursa; consumer discretionary: barang/jasa non-pokok), adalah cara langsung untuk memanfaatkan tema ini. Sikap “tunggu dan lihat” mendorong biaya opsi naik, dengan volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi) berada di level tertinggi dalam beberapa tahun. Artinya semua posisi harus disusun dengan hati-hati, karena time decay (penurunan nilai opsi seiring waktu) akan merugikan bila pasar tidak bergerak. Bagi kita, memakai option spreads (menggabungkan beberapa posisi opsi untuk menekan biaya) dapat mengurangi biaya masuk sambil tetap memberi eksposur pada pergerakan harga yang diperkirakan dalam beberapa minggu ke depan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.