Bob Savage dari BNY mengatakan Bank Sentral Korea dapat melonggarkan kebijakan karena ketegangan di Timur Tengah berisiko terhadap pertumbuhan Korea

    by VT Markets
    /
    Apr 1, 2026
    BNY, Kepala Strategi Makro Pasar Bob Savage, mengatakan Bank of Korea (BoK) dapat mempertimbangkan pelonggaran kebijakan (kebijakan dibuat lebih longgar, misalnya menurunkan suku bunga) jika guncangan geopolitik Timur Tengah menekan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Ia mengatakan gubernur BoK yang baru memprioritaskan stabilitas pasar dan lebih menerima pelemahan won Korea Selatan (KRW, mata uang Korea Selatan). Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menginstruksikan pejabat senior untuk mengambil langkah tegas guna mengatasi kekhawatiran energi yang terkait dengan perang di Timur Tengah. Ia mengatakan pemerintah dapat mengeluarkan dekret ekonomi darurat (aturan khusus saat keadaan mendesak) jika diperlukan.

    Sinyal Kebijakan Dan Stabilitas Pasar

    Ia mengecilkan risiko valuta asing (pergerakan nilai tukar mata uang) dan menyebut likuiditas dolar AS (ketersediaan dana dalam USD untuk transaksi) yang memadai. Ia mengatakan level nilai tukar bukan masalah jika pasar dapat menyerap penyesuaian, yang berarti ada toleransi terhadap pelemahan KRW. Ia mengatakan pelonggaran kebijakan mungkin diperlukan karena situasi Timur Tengah menambah tekanan ekonomi. Ia juga mengatakan dampak inflasi (kenaikan harga umum) dari anggaran tambahan kemungkinan terbatas dengan skala dan rancangan saat ini. Teks ini juga menyebut arus keluar saham asing (investor luar negeri menjual dan menarik dana) dan respons yang lebih santai terhadap pelemahan KRW. Disebutkan hal ini memengaruhi alasan untuk fokus pada obligasi, karena perhatian bergeser ke guncangan harga minyak.

    Penempatan Posisi Derivatif Dan Risiko Pemangkasan Suku Bunga

    Toleransi resmi terhadap pelemahan won Korea adalah perkembangan besar, terutama mengingat intervensi (aksi bank sentral di pasar untuk memengaruhi nilai tukar) ketika pasangan USD/KRW (nilai USD dibanding KRW) naik di atas 1.380 tahun lalu. Kenyamanan terhadap mata uang yang melemah, dengan alasan likuiditas dolar cukup, memberi sinyal bagi pelaku pasar untuk bersiap pada potensi penurunan lebih lanjut pada won. Pedagang derivatif (kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset lain, seperti mata uang atau suku bunga) perlu mengantisipasi volatilitas (naik-turun harga yang tajam) yang lebih tinggi dan mempertimbangkan penetapan harga opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) pada USD/KRW. Pembicaraan tentang langkah ekonomi darurat dan kemungkinan pemangkasan suku bunga langsung mengarah pada perubahan kebijakan moneter (kebijakan bank sentral terkait suku bunga dan uang beredar). Kita melihat Bank of Korea menahan suku bunga acuan (suku bunga utama bank sentral) tetap di 3,50% hampir sepanjang 2025, sehingga pemangkasan akan menjadi perubahan besar. Pandangan ini membuat posisi yang diuntungkan dari turunnya suku bunga jangka pendek—misalnya melalui swap suku bunga (kontrak untuk menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang)—lebih menarik.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code