Bob Savage melaporkan bahwa harga emas turun 3%, memutus kenaikan selama lima minggu, seiring dolar menguat dan harga minyak melonjak tajam.

    by VT Markets
    /
    Mar 9, 2026
    Emas mengakhiri tren kenaikan mingguan selama lima minggu, turun 3% saat dolar AS naik 1,7%, kenaikan mingguan terbesar dalam empat tahun. Pergerakan ini terjadi ketika minyak naik lebih dari 20% dan gas alam (gas yang diambil dari dalam bumi) naik lebih dari 50%. Selama pekan itu, obligasi (surat utang) banyak dijual karena kekhawatiran bahwa guncangan energi (kenaikan harga energi yang tajam) bisa mengurangi peluang pemangkasan suku bunga di AS dan Inggris. Kekhawatiran yang sama juga meningkatkan risiko kenaikan suku bunga di Uni Eropa.

    Sentimen Emas Kembali Netral

    Indikator iFlow Mood dari BNY (alat ukur suasana/arah sentimen pasar) mencapai puncak dua minggu sebelum konflik di persentil ke-99 (posisi sangat tinggi dibanding data historis) dan sejak itu kembali netral di persentil ke-64. Emas tetap dipantau sebagai alternatif dari mata uang fiat (uang resmi yang nilainya ditetapkan pemerintah, seperti dolar), tetapi laju pergerakan harga dan permintaan disebut lebih lemah. Laporan tersebut menyebut pasar bisa mencari kembali tren korelasi minyak terhadap emas (pola hubungan pergerakan harga), yang berarti bisa terjadi harga minyak lebih tinggi atau harga emas lebih rendah. Laporan itu juga mencatat minyak memengaruhi ekspektasi inflasi (perkiraan pasar tentang inflasi ke depan), suku bunga, dan pasar mata uang, sementara pemulihan dolar mirip pola saat krisis energi 2022.

    Pergeseran Strategi Energi dan Suku Bunga

    Tekanan agar minyak naik lebih jauh untuk menyamai korelasi historisnya dengan emas tidak benar-benar terjadi. Sebaliknya, minyak mentah WTI (jenis patokan harga minyak AS) kembali stabil di sekitar $75 per barel, karena lonjakan harga tahun lalu dan kenaikan suku bunga berikutnya menekan permintaan global. Para trader terlihat memakai opsi put (kontrak derivatif: hak untuk menjual pada harga tertentu) pada ETF sektor energi (produk investasi yang mengikuti indeks sektor energi) untuk melindungi diri atau mengambil untung dari potensi penurunan lanjutan akibat aktivitas ekonomi yang melambat. Tahun lalu, investor menghindari obligasi, tetapi strategi itu kini berakhir. Fokus bergeser dari inflasi ke kekhawatiran pertumbuhan, sehingga membatasi seberapa tinggi suku bunga bisa naik. Trader derivatif (pelaku yang memperdagangkan instrumen turunan seperti opsi) perlu mempertimbangkan bahwa volatilitas pasar (naik-turun harga) bisa mereda, sehingga ini bisa menjadi waktu yang baik untuk strategi yang menghasilkan premi (biaya yang diterima penjual opsi), seperti menjual covered call (menjual opsi call sambil memiliki sahamnya) pada posisi saham yang sudah dimiliki.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code