Volatilitas Pasar Energi
Diskusi ini mengikuti seruan Presiden AS Donald Trump agar sekutu mengirim kapal perang untuk membantu memulihkan jalur pelayaran. Negara yang disebut antara lain Inggris, Prancis, Tiongkok, dan Jepang. Dengan munculnya pembahasan baru tentang keamanan maritim (keamanan di laut) di Selat Hormuz, kita perlu bersiap menghadapi volatilitas (naik-turun harga yang tajam) yang lebih tinggi di pasar energi. Sekitar seperlima pasokan minyak harian dunia melewati jalur sempit ini, sehingga ancaman gangguan apa pun bisa menjadi peristiwa besar bagi pasar. Fokus langsung sebaiknya pada biaya lindung nilai (hedging: cara mengurangi risiko kerugian) terhadap lonjakan harga mendadak. Kita melihat situasi serupa pada 2019, ketika perdebatan politik tentang respons angkatan laut menciptakan ketidakpastian selama berminggu-minggu. Periode itu menunjukkan bahwa jarak antara retorika (pernyataan) dan tindakan adalah saat risiko dinilai ulang oleh pasar. Kita perlu memantau bahasa pernyataan para menteri UE dan kekuatan global lain, karena ini akan langsung memengaruhi sentimen pasar (suasana/arah keyakinan pelaku pasar) bahkan sebelum kapal benar-benar dikirim. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan pasar tentang besar-kecilnya pergerakan harga ke depan) pada opsi (options: kontrak yang memberi hak untuk membeli/menjual pada harga tertentu) minyak Brent dan WTI (West Texas Intermediate: patokan harga minyak AS) adalah indikator utama yang perlu diperhatikan dalam beberapa minggu ke depan. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX) sudah naik 5% dalam sepekan terakhir karena kekhawatiran yang muncul kembali. Ini membuat pembelian opsi lebih mahal, tetapi juga mencerminkan meningkatnya ketakutan pasar atas pergerakan harga yang tajam dan sulit diprediksi.Dampak yang Lebih Luas pada Aset
Melihat data historis, ketegangan serupa pada pertengahan 2019 pernah membuat harga Brent naik lebih dari 4% dalam satu hari. Dengan Brent saat ini diperdagangkan sekitar US$84 per barel, pengulangan skenario itu bisa dengan cepat mendorong harga mendekati level US$90. Ini membuat opsi call out-of-the-money (opsi call: hak untuk membeli; out-of-the-money/di luar uang: harga kesepakatan masih kurang menguntungkan dibanding harga pasar saat ini) menjadi strategi yang makin menarik untuk spekulasi (mencari untung dari pergerakan harga) jangka pendek. Di luar minyak mentah, situasi ini akan memengaruhi aset lain. Kita sudah melihat premi asuransi pengiriman (biaya tambahan asuransi) untuk kapal tanker di kawasan Teluk meningkat, dan tren ini akan makin cepat jika pengerahan angkatan laut dikonfirmasi. Instrumen turunan (derivatives: kontrak yang nilainya mengikuti aset lain) yang terkait dengan konglomerat pelayaran besar dan bahkan kontraktor pertahanan juga bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.