Implikasi Untuk Stabilitas Yuan
Data Februari yang menunjukkan cadangan devisa China tetap di $3,428 triliun menandakan kestabilan dari People’s Bank of China (PBoC, bank sentral China). Ini menunjukkan mereka tidak sedang gencar menjual dolar untuk melindungi yuan (mata uang China), yang sempat menjadi kekhawatiran pada beberapa periode di 2025. Ini berarti pergerakan mata uang lebih terkelola dan perubahan harga yang tajam diperkirakan lebih rendah. Dengan kondisi stabil ini, kita bisa mempertimbangkan strategi yang mendapat untung saat pergerakan harga kecil pada pasangan USD/CNH (nilai tukar dolar AS terhadap yuan offshore—yuan yang diperdagangkan di luar China daratan). Menjual opsi (kontrak yang memberi hak membeli/menjual pada harga tertentu) seperti strangle atau straddle bisa menarik, karena strategi ini mengumpulkan premi (biaya yang diterima penjual opsi) dengan asumsi nilai tukar bergerak dalam kisaran tertentu. Volatilitas tersirat (perkiraan pasar atas besarnya pergerakan harga di masa depan yang dihitung dari harga opsi) untuk opsi yuan sudah turun ke level terendah enam bulan sebesar 4,2%, yang mendukung pandangan ini. Kestabilan kebijakan uang ini sejalan dengan data ekonomi terbaru: ekspor China naik 7,1% dibanding tahun sebelumnya pada periode Januari–Februari, melampaui perkiraan. Jika melihat ketidakpastian sepanjang 2025, kombinasi cadangan yang stabil dan data perdagangan yang baik menunjukkan kebutuhan intervensi besar-besaran lebih kecil. Karena itu, kita bisa memperkirakan kondisi yang lebih tenang untuk aset yang terkait dengan kesehatan ekonomi China.Pertimbangan Pasar Komoditas Dan Emas
Kondisi stabil ini juga memengaruhi komoditas (bahan mentah yang diperdagangkan, seperti bijih besi dan tembaga), karena yuan yang stabil menjaga daya beli untuk membeli bahan baku tersebut. Kita perlu berhati-hati untuk tidak mengambil posisi yang terlalu besar ke satu arah, dan lebih fokus pada strategi dalam kisaran (range-bound, strategi yang mengandalkan harga bergerak di rentang tertentu) untuk pasar ini dalam waktu dekat. Ini berbeda dengan perubahan harga besar yang terjadi tahun lalu saat pergerakan mata uang menjadi pendorong utama pasar. PBoC juga melanjutkan strategi diversifikasi (menyebar kepemilikan aset agar tidak bergantung pada satu jenis aset), dengan menambah kepemilikan emas selama 17 bulan berturut-turut, sehingga total cadangan menjadi lebih dari 2.450 ton. Pembelian yang konsisten ini membantu menahan penurunan harga emas, dan menegaskan tujuan bank sentral pada stabilitas jangka panjang, bukan pertarungan nilai tukar jangka pendek. Karena itu, strategi derivatif (instrumen turunan yang nilainya mengikuti aset lain, seperti opsi atau futures) sebaiknya disesuaikan untuk pasar di mana kebijakan bank sentral bisa diperkirakan, bukan reaktif.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.