Fokus Pasar Untuk Data Mendatang
Catatan tersebut mengatakan pasar akan memperhatikan laporan ADP (perkiraan perubahan pekerjaan sektor swasta), dengan hasil yang diasumsikan sekitar +50 ribu. Mereka juga menyoroti komponen “prices paid” pada ISM jasa (survei aktivitas sektor jasa; “prices paid” mengukur tekanan harga yang dibayar perusahaan), di mana angka tinggi bisa mendukung dolar. Beige Book akan rilis menjelang rapat FOMC (Federal Open Market Committee; komite penentu kebijakan suku bunga Fed) pada 18 Maret dan kemungkinan dinilai untuk melihat apakah tekanan harga masih “lengket” (sticky; sulit turun). ING mengatakan ini bisa membuat pasar makin mengurangi ekspektasi dua kali penurunan suku bunga Fed, dengan 45 bps (basis poin; 1 bps = 0,01%) pelonggaran yang saat ini sudah “dipatok” pasar (priced in; sudah tercermin dalam harga aset) untuk tahun ini. DXY mencapai 99,68 kemarin. ING mengatakan indeks ini mungkin sulit bergerak dan bertahan di atas area 100,00 sampai 100,35. Pasar menilai ulang arah kebijakan Federal Reserve untuk 2026, dengan mengurangi perkiraan pemangkasan suku bunga. Data terbaru, seperti laporan ADP Februari yang lebih kuat dari perkiraan dengan 85.000 pekerjaan baru, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat. Ini memperkuat pandangan bahwa Fed punya ruang terbatas untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.Implikasi Untuk Prospek Dolar
Tekanan harga yang bertahan adalah pendorong utama, yang mendukung dolar lebih kuat. Indeks “prices paid” ISM jasa baru saja masuk di 61,5, menegaskan inflasi di sektor jasa masih tinggi dan sulit turun. Bagi pedagang derivatif (produk turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), ini berarti strategi membeli opsi call (opsi untuk membeli) pada dolar AS, atau menjual opsi put yang jauh dari harga pasar (out-of-the-money; belum menguntungkan jika dieksekusi pada harga saat ini), bisa menjadi cara untuk mengambil posisi jika dolar terus menguat. Beige Book Fed tadi malam makin menguatkan pandangan “hawkish” (cenderung ketat/menahan inflasi, biasanya berarti suku bunga lebih tinggi) menjelang rapat FOMC 18 Maret. Laporan itu menyoroti bisnis masih menghadapi dan meneruskan biaya yang lebih tinggi, terutama dari energi. Cerita ini membuat Fed kecil kemungkinan memberi sinyal pelonggaran besar dalam waktu dekat, sehingga mengurangi jumlah pemangkasan suku bunga yang tercermin di pasar futures (kontrak berjangka). Indeks Dolar (DXY) menguji batas atas kisaran terbarunya, mendekati level hambatan 100,35 (resistance; area harga yang sering menahan kenaikan). Kita melihat pola serupa pada paruh akhir 2025 ketika pasar mulai menerima kenyataan bahwa pemangkasan suku bunga lebih sedikit. Tembus berkelanjutan di atas level ini kemungkinan butuh kejutan tambahan, mungkin dari pasar energi. Situasi energi tetap menjadi faktor penting, sehingga pedagang sulit yakin untuk mengambil posisi melawan dolar (short dollar; bertaruh dolar turun). Dengan futures minyak Brent (kontrak berjangka minyak patokan global) bertahan di atas $95 per barel karena kekhawatiran pasokan, tekanan inflasi tetap ada. Ini membuat strategi “long volatility” (bertaruh volatilitas/gerak harga akan membesar, misalnya lewat opsi) pada pasangan USD menarik, karena eskalasi apa pun bisa memicu pergerakan tajam menembus resistance. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.