Chris Turner dari ING mengatakan USD/JPY mendekati zona intervensi Jepang; koordinasi kecil kemungkinan terjadi, namun tindakan dapat memicu penurunan tajam

    by VT Markets
    /
    Mar 9, 2026
    USD/JPY telah bergerak kembali ke area intervensi valuta asing (aksi pemerintah/ bank sentral untuk memengaruhi nilai tukar) Jepang karena guncangan global dan kenaikan harga minyak memengaruhi pasar. USD/JPY bisa turun tiga sampai lima *big figure* (pergerakan besar sekitar 100–500 pip, misalnya 160 ke 155) jika terjadi intervensi terkoordinasi AS–Jepang, dengan volatilitas jangka pendek (ukurannya: seberapa besar harga bisa bergerak dalam waktu dekat) meningkat. Aksi terkoordinasi disebut tidak mungkin, dan intervensi dinilai kurang efektif tanpa tanda pasokan minyak akan segera pulih (pasokan kembali lancar). Tanpa perbaikan pasokan minyak, penurunan USD/JPY disebut sulit bertahan.

    Poin-poin penting Level Psikologis yang Jadi Fokus

    Otoritas dinilai memantau ambang psikologis, termasuk 160 di USD/JPY dan 1500 di USD/KRW. Level ini dikaitkan dengan upaya memastikan likuiditas dolar AS (ketersediaan dolar untuk transaksi) dan kemungkinan kenaikan besar pasokan dolar dalam waktu dekat. Dengan USD/JPY kini diperdagangkan di 159,85, pasangan ini kembali ke zona intervensi FX yang menjadi krusial pada 2024. Lonjakan harga minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) ke atas $95 per barel adalah guncangan global yang mendorong dolar menguat. Faktor-faktor ini menciptakan kondisi tegang sehingga otoritas siaga. Kita kini berada di area di mana pejabat Jepang bisa bertindak untuk memasok dolar dan menguatkan yen. Jika melihat kembali dari sudut pandang 2025, kita mengingat beberapa intervensi pada akhir 2024 saat pasangan ini menembus 155 dan mendekati level yang sama. Kementerian Keuangan sudah meningkatkan peringatan lisan, menyatakan sedang memantau pergerakan mata uang dengan “rasa urgensi yang tinggi.” Bagi pedagang derivatif (instrumen turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti aset dasar), ini berarti risiko pergerakan mendadak dan tajam meningkat, sehingga volatilitas jangka pendek menjadi fokus. Volatilitas tersirat satu bulan (perkiraan volatilitas dari harga opsi) pada USD/JPY sudah naik di atas 12% dalam beberapa minggu terakhir, dan bisa melonjak lebih tinggi jika ada pengumuman intervensi. Pedagang dapat mempertimbangkan membeli opsi jangka dekat untuk bersiap menghadapi peristiwa ini.

    Skenario Intervensi Terkoordinasi

    Jika intervensi terkoordinasi terjadi, USD/JPY bisa turun tiga sampai lima *big figure* dalam waktu sangat singkat. Artinya turun cepat dari sekitar 160 ke kisaran 155–157. Membeli *yen call* (opsi beli yen) atau *dollar put* (opsi jual dolar) memberi cara langsung untuk mengambil posisi atas hasil ini. Namun, penurunan akibat intervensi mungkin tidak bertahan kecuali harga minyak ikut turun. Tekanan pada yen berasal dari faktor fundamental (penyebab dasar seperti kondisi ekonomi dan arus uang) yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan intervensi. Ini menunjukkan posisi *short* dolar (bertaruh dolar turun) sebaiknya bersifat taktis dan dikelola ketat. Pasar melihat level psikologis ini sebagai sumber paling mungkin untuk pasokan dolar besar dalam waktu dekat. Ini bukan hanya cerita Jepang, karena otoritas di Korea juga mengawasi level 1500 pada USD/KRW. Tekanan kawasan ini meningkatkan peluang setidaknya satu bank sentral akan bertindak dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code