Chris Turner mengatakan EUR/USD tetap tertekan karena kekhawatiran eskalasi, kondisi keuangan yang lebih ketat, penarikan SWF, dan penetapan harga ECB yang hawkish membebani

    by VT Markets
    /
    Mar 27, 2026
    EUR/USD digambarkan masih berada di bawah tekanan karena pasar bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah dan kondisi keuangan global yang lebih ketat (artinya akses pinjaman lebih sulit dan biaya bunga cenderung lebih tinggi). Laporan tentang pergerakan tambahan pasukan AS ke wilayah tersebut disebut menambah sikap “menghindari risiko” (risk aversion, yaitu investor cenderung mengurangi aset berisiko dan memilih aset yang lebih aman). Artikel menyoroti Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Funds/SWF) Timur Tengah sebagai faktor penting di pasar modal global, karena biasanya mereka berinvestasi lewat pasar obligasi (surat utang) daripada menyimpan dana di deposito bank. Disebutkan juga bahwa berkurangnya akses pada pendapatan energi dan adanya komitmen belanja negara di dalam negeri dapat membuat mereka menarik kembali investasi (retrenchment, yaitu mengurangi penanaman dana di luar negeri), sehingga memperketat kondisi keuangan global.

    Risiko Geopolitik Dan Tekanan Pada Eur Usd

    Tulisan tersebut mengatakan lingkungan seperti ini biasanya menekan pasangan mata uang yang “pro-siklus” (pro-cyclical, yaitu cenderung menguat saat ekonomi dan selera risiko global bagus, dan melemah saat pasar takut) seperti EUR/USD. Disebutkan juga bahwa “harga pasar” yang mencerminkan ekspektasi Bank Sentral Eropa (ECB) yang lebih ketat (hawkish, artinya cenderung menaikkan suku bunga atau menahan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) menjadi hambatan tambahan bagi pasangan ini. Artikel menyatakan pasar enggan memasukkan perkiraan pengetatan bank sentral lebih awal, tetapi ekspektasi hawkish bisa tetap terlihat pada kurva pasar uang (money market curves, yaitu perkiraan suku bunga ke depan yang tercermin dalam instrumen pasar uang) kecuali harga saham turun tajam. Dari sisi level, artikel menyebut EUR/USD bisa turun menembus 1,1485 dan menguji ulang area terendah 1,1410/30. Melihat kembali analisis dari 2025, kerentanan EUR/USD akibat risiko geopolitik masih relevan. Indeks Volatilitas Cboe (VIX), ukuran utama “ketakutan pasar” (market fear, yaitu seberapa besar investor memperkirakan gejolak harga saham), bertahan di atas 14, mencerminkan ketidakpastian yang biasanya menguntungkan dolar AS sebagai “aset aman” (safe haven, yaitu aset yang sering diburu saat kondisi pasar buruk). Situasi ini menunjukkan trader dapat mempertimbangkan membeli opsi put (put options, yaitu kontrak yang nilainya naik saat harga pasangan mata uang turun) untuk melindungi dari penurunan mendadak pada pasangan ini. Pandangan dari 2025 menyoroti penarikan dana oleh SWF Timur Tengah, dan tren ini terus menekan euro. Data terbaru kuartal pertama 2026 mengonfirmasi arus keluar bersih (net outflows, yaitu lebih banyak dana keluar daripada masuk) lebih dari US$45 miliar dari obligasi pemerintah Zona Euro oleh dana eksternal besar, karena pendapatan minyak yang lebih tinggi kini dialihkan ke proyek dalam negeri. Pemulangan dana yang stabil ini menjadi hambatan struktural bagi euro (structural headwind, yaitu tekanan jangka panjang yang terus-menerus).

    Perbedaan Kebijakan Dan Posisi Pasar

    Pada 2025, pasar memasukkan ekspektasi ECB yang hawkish, dan perbedaan kebijakan (policy divergence, yaitu arah kebijakan suku bunga yang berbeda) dengan AS kini makin jelas. Saat ini, swap indeks semalam (overnight index swaps/OIS, yaitu kontrak derivatif untuk memperkirakan/menukar pembayaran berdasarkan suku bunga acuan harian) hanya memasukkan pemangkasan 25 basis poin (basis points/bps, 1 bps = 0,01%) dari ECB untuk sisa 2026, dibanding perkiraan 50 bps dari Bank Sentral AS (Federal Reserve). Walau ECB yang hawkish biasanya mendukung euro, kekhawatirannya adalah kebijakan ketat bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi, sehingga mata uang lebih rentan jika sentimen risiko memburuk. Sifat pro-siklus EUR/USD berarti kinerjanya cenderung buruk saat ada ketakutan perlambatan pertumbuhan global, pola yang terlihat saat krisis energi 2022. Dengan data produksi industri Jerman terbaru untuk Februari 2026 yang menunjukkan kontraksi tak terduga 0,5%, kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi Zona Euro meningkat. Bagi trader derivatif (derivative traders, yaitu pelaku yang memperdagangkan kontrak turunan seperti opsi dan swap), ini bisa menjadi peluang membangun bear put spreads (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain di level lebih rendah untuk memperoleh untung dari penurunan bertahap sambil menekan biaya awal posisi). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code