Commerzbank mengatakan BNM menaikkan prospek pertumbuhan Malaysia 2026, dengan permintaan, pekerjaan, upah yang stabil dan OPR membantu MYR

    by VT Markets
    /
    Apr 2, 2026
    Bank Negara Malaysia (BNM) menaikkan proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 4,0–5,0% dari sebelumnya 4,0–4,5%, dengan alasan permintaan domestik yang tetap kuat (permintaan dalam negeri dari rumah tangga dan bisnis). Konsumsi dan investasi didukung oleh kenaikan upah, pasar tenaga kerja yang kuat (kondisi pekerjaan yang banyak dan stabil), serta langkah-langkah pemerintah. BNM memperkirakan inflasi tetap moderat di 1,5–2,5% tahun ini, dibandingkan proyeksi pemerintah 1,3–2,0%. BNM juga memperkirakan konflik Timur Tengah menambah tekanan inflasi (mendorong harga naik).

    Prospek Pertumbuhan, Inflasi, dan Kebijakan

    Prospek ini mengasumsikan harga minyak mentah Brent (patokan harga minyak global) di USD70–90. Untuk kebijakan moneter (kebijakan bank sentral terkait suku bunga dan uang beredar), BNM diperkirakan mempertahankan Overnight Policy Rate/OPR (suku bunga acuan) di 2,75% untuk sisa tahun ini. BNM diperkirakan menjaga kebijakan tetap stabil untuk mempertahankan ruang gerak bagi tindakan di masa depan. Penurunan suku bunga disebut bergantung pada perlambatan pertumbuhan yang nyata (penurunan yang jelas dan besar).

    Dampak Pasar bagi Trader

    Kekhawatiran soal inflasi tampaknya masih terkendali untuk saat ini, karena minyak Brent diperdagangkan sekitar USD 85 per barel, masih dalam kisaran asumsi bank sentral. Ini mendukung proyeksi bahwa kenaikan harga akan tetap moderat, sehingga mengurangi satu faktor besar yang tidak pasti bagi trader. Prospek ini menyiratkan risiko perubahan kebijakan mendadak akibat inflasi relatif rendah. Kita tidak perlu mengantisipasi perubahan OPR, yang diperkirakan tetap 2,75% hingga akhir tahun. Seperti tahun lalu, Bank Negara Malaysia memberi sinyal lebih memilih stabilitas, artinya swap suku bunga (kontrak untuk menukar pembayaran bunga) dan derivatif terkait (produk keuangan turunan yang nilainya mengikuti aset atau suku bunga) kemungkinan bergerak dalam kisaran yang mudah diperkirakan. Perubahan harga besar-besaran hanya akan terjadi jika ada perlambatan ekonomi yang besar dan tidak terduga. Lingkungan ekonomi yang stabil ini mendukung Ringgit Malaysia, yang belakangan menguat terhadap dolar. Demikian juga, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI (indeks utama saham Malaysia) berada dalam tren naik perlahan, mencerminkan sentimen domestik yang positif. Trader dapat bersiap untuk penguatan bertahap pada aset-aset ini, bukan pergerakan yang tiba-tiba dan ekstrem.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code