Commerzbank mengatakan Brent dan WTI berfluktuasi liar karena penutupan Selat Hormuz memaksa produsen Timur Tengah memangkas 6,7 juta barel per hari.

    by VT Markets
    /
    Mar 11, 2026
    Brent dan WTI mengalami pergerakan harga yang tajam karena Selat Hormuz tetap praktis tertutup, sehingga pengiriman dibatasi. Brent diperdagangkan dalam kisaran USD81–95 dalam satu hari, naik-turun 15%. Harga minyak turun setelah Menteri Energi AS, Chris Wright, mengunggah lalu menghapus pesan yang mengatakan Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak melewati selat itu. Pergerakan pasar berikutnya dipicu oleh unggahan media sosial Presiden Trump tentang ranjau (bahan peledak yang ditanam di laut) dan seruan agar Iran menyingkirkan bahan peledak apa pun.

    Pemangkasan Pasokan dan Kejutan Pasar

    Arab Saudi, Irak, UEA, dan Kuwait memangkas produksi karena kapasitas penyimpanan terbatas. Perkiraan menyebut total pengurangan mencapai 6,7 juta barel per hari, sekitar 6% dari pasokan minyak dunia. Pemerintah G7 meminta International Energy Agency (IEA) menyiapkan skenario untuk melepas cadangan minyak darurat. IEA adalah lembaga yang mengoordinasikan penggunaan cadangan minyak negara-negara OECD (kelompok negara maju). IEA menyatakan pemerintah anggota akan menilai keamanan pasokan dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.

    Strategi Opsi untuk Pasar yang Sangat Berubah-ubah

    Dengan kondisi ini, membeli opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual) menjadi strategi utama untuk menghadapi kemungkinan guncangan harga dalam beberapa minggu ke depan. Strategi ini memberi peluang mendapat keuntungan jika harga bergerak tajam naik atau turun, sambil membatasi risiko hanya pada premi (biaya) yang dibayar. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX)—ukuran perkiraan naik-turun harga—diperdagangkan di atas 30, level yang jarang terlihat stabil sejak periode krisis 2025. Ini menunjukkan pasar sudah memperhitungkan ketidakpastian besar. Bagi yang ingin mengelola biaya, menggunakan vertical spread pada kontrak berjangka (futures) Brent atau WTI adalah pendekatan yang masuk akal. Vertical spread adalah strategi menggabungkan dua opsi pada aset yang sama dengan harga kesepakatan (strike) berbeda untuk membatasi biaya dan risiko. Ini memberi rasio risiko-imbalan yang jelas untuk taruhan arah harga tanpa sepenuhnya terkena premi tinggi akibat volatilitas. Ini cara yang lebih hati-hati untuk bersiap terhadap pergerakan harga sambil melindungi modal dari pembalikan mendadak. Kita juga perlu mengantisipasi meningkatnya aktivitas lindung nilai (hedging: mengurangi risiko fluktuasi harga) dari konsumen besar seperti maskapai dan perusahaan pelayaran yang terdampak berat pada gangguan 2025. Permintaan perlindungan saat harga naik dapat membuat call option (opsi untuk membeli) relatif lebih mahal daripada put option (opsi untuk menjual). Ini bisa membuka peluang “skew trading”, yaitu memanfaatkan perbedaan harga antara call dan put bagi trader berpengalaman.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code