Pasar Stabil Menjelang Data Penting
GBP/USD stabil di sekitar 1,3227 setelah jatuh tajam sehari sebelumnya. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian tentang dibukanya kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak dan meningkatkan permintaan untuk Dolar. Pound juga tertekan karena ketergantungan Inggris pada impor energi dan kekhawatiran tentang kondisi keuangan pemerintah. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (tingkat “bunga” yang diminta investor untuk meminjamkan uang ke pemerintah) naik seiring kenaikan harga energi. GBP/USD bertahan setelah turun lebih dari 0,5% sehari sebelumnya, diperdagangkan sekitar 1,3230 pada jam Asia. Grafik harian tetap bernada bearish (condong turun), dengan pasangan ini masih berada di dalam kanal menurun (pola pergerakan harga yang membentuk jalur turun). Pasangan ini tetap di bawah Exponential Moving Averages (EMA) 9 hari dan 50 hari (rata-rata bergerak berbobot yang lebih menekankan harga terbaru). Pola juga menunjukkan puncak yang makin rendah dan penutupan yang makin rendah dari area 1,35, dengan pantulan tertahan dekat EMA 9 hari di sekitar 1,3250.Strategi Opsi Dalam Tren Bearish
Jika melihat ke belakang, ada kondisi mirip pada periode ini di 2025, ketika ketegangan geopolitik dan perpindahan dana ke Dolar mendorong GBP/USD turun ke level terendah beberapa bulan. Saat itu Pound rentan karena ketergantungan besar pada impor energi dan kekhawatiran atas keuangan pemerintah. Saat ini penyebabnya berubah, tetapi tekanan pada pasangan ini tetap menjadi tema yang familiar. Saat ini, fokusnya lebih sedikit pada geopolitik dan lebih pada inflasi Inggris yang sulit turun. Data terbaru bulan lalu menunjukkan inflasi inti (core inflation: inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan makanan) bertahan di 2,9%, yang membuat langkah Bank of England (BoE) (bank sentral Inggris) lebih rumit. Walau ini lebih baik dibanding puncak tahun-tahun sebelumnya, angka ini masih sulit kembali ke target 2%, sehingga BoE belum memberi sinyal penurunan suku bunga. Sementara itu, Dolar AS tetap kuat karena pasar tenaga kerja yang solid. Laporan Nonfarm Payrolls hari ini menunjukkan ekonomi AS menambah 245.000 pekerjaan pada bulan Maret, melampaui perkiraan dan mendukung sikap Federal Reserve (bank sentral AS) “lebih tinggi lebih lama” (suku bunga bertahan tinggi lebih lama). Dengan indeks DXY kini diperdagangkan kokoh di atas 105, keunggulan imbal hasil Dolar (yield advantage: Dolar memberi hasil bunga lebih menarik dibanding mata uang lain) tetap besar. Ini mirip dengan kondisi di 2025, ketika Dolar yang kuat membatasi pemulihan Pound. Saat itu, pasangan ini sulit menembus di bawah 1,3300, sedangkan sekarang kita berjuang bertahan di level 1,2450. Gambaran teknikal juga menunjukkan pola puncak yang makin rendah, memperkuat tren bearish selama setahun terakhir. Untuk trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti aset acuan), kondisi ini menunjukkan bahwa menjual volatilitas sisi naik pada GBP/USD bisa menjadi strategi yang masuk akal. Menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga kesepakatan di atas harga saat ini, sehingga peluangnya dieksekusi lebih kecil) atau membuat call spread (strategi opsi dengan membeli dan menjual opsi call di strike berbeda untuk membatasi risiko) dapat menghasilkan pendapatan selama pasangan bergerak mendatar atau turun. Ini sesuai pandangan bahwa kenaikan kemungkinan terbatas karena Dolar tetap kuat dan Inggris masih menghadapi tekanan ekonomi. Selain itu, masuk akal untuk mempertimbangkan membeli opsi put jangka pendek menjelang rilis data penting, seperti laporan inflasi Inggris berikutnya. Opsi put (opsi jual) ini bisa menjadi lindung nilai (hedge: perlindungan) murah terhadap penurunan tajam jika data mengecewakan. Karena pasangan ini dekat level terendah tahunan, strategi ini memberi cara dengan risiko yang sudah dibatasi untuk mendapatkan peluang jika harga turun lebih jauh. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.