Daniel Ghali dari TD Securities memperingatkan bahwa emas menghadapi hambatan kebijakan seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun yang mengubah kondisi makroekonomi.

    by VT Markets
    /
    Mar 17, 2026
    Imbal hasil (yield; tingkat hasil) obligasi AS tenor 2 tahun telah bergerak naik melewati tren turun sebelumnya. Ini menunjukkan perubahan harapan pasar terhadap kebijakan moneter AS (kebijakan suku bunga dan pengaturan uang oleh bank sentral) di tengah risiko stagflasi (inflasi tinggi tetapi pertumbuhan ekonomi lemah). Emas disebut lebih rentan karena perubahan ini mengubah latar kondisi ekonomi besar (makro). Penempatan posisi yang terkait pelemahan nilai mata uang (currency debasement; nilai uang turun karena terlalu banyak uang beredar) sudah terlalu ramai, berdasarkan analisis laporan 13F (laporan kepemilikan portofolio yang wajib dilaporkan oleh manajer investasi besar di AS). ETF emas yang didukung emas fisik (physically backed; benar-benar disimpan sebagai emas batangan, bukan hanya kontrak) paling populer dimiliki institusi sekitar 67% dibanding level ETF yang paling banyak dipegang sepanjang catatan. Pertumbuhan jumlah uang beredar kembali ke laju yang lebih mendekati pertumbuhan ekonomi secara umum. Pasar suku bunga (rate markets; pasar yang memperdagangkan dan “memasang harga” untuk perkiraan jalur suku bunga) menilai akan ada jeda lebih lama, dengan ruang yang tersisa terbatas menuju level puncak yang diperkirakan (terminal level; perkiraan titik tertinggi suku bunga). Kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve (kebebasan The Fed dari tekanan politik) disebut mereda karena hambatan terbaru dalam proses konfirmasi Ketua The Fed (proses persetujuan jabatan). Putusan Mahkamah Agung AS terkait kasus Lisa Cook diperkirakan keluar dalam 2–3 bulan. Pembelian bank sentral masih menjadi faktor pendukung emas, tetapi laju pembelian resmi (official purchases; pembelian oleh lembaga negara/bank sentral) menurun selama setahun terakhir. Konflik Timur Tengah dikaitkan dengan harapan penurunan lebih lanjut dalam pembelian sektor resmi, karena dampaknya pada ekonomi negara Teluk. Dengan imbal hasil obligasi AS 2 tahun menembus di atas 3,95% untuk pertama kalinya sejak akhir 2024, biaya peluang memegang emas (opportunity cost; “biaya” karena kehilangan kesempatan mendapat hasil dari aset lain) naik signifikan. Pergerakan ini menandakan pasar obligasi makin khawatir pada kondisi stagflasi, di mana The Fed tetap menjaga kebijakan ketat (policy tight; suku bunga tinggi dan likuiditas lebih ketat). Bagi emas, yang tidak memberi imbal hasil (no yield; tidak ada bunga/dividen), ini membuatnya kurang menarik. Perdagangan bertema pelemahan mata uang (debasement trade; strategi membeli aset seperti emas karena khawatir nilai uang turun) terlihat sudah berlebihan, karena partisipasi institusi sangat besar selama dua tahun terakhir. Walau kepemilikan di ETF emas terbesar masih besar, laporan kuartal IV 2025 menunjukkan penurunan bersih pertama kepemilikan institusi sejak awal 2024. Ini mengisyaratkan pemegang terbesar mungkin mulai mengurangi eksposur (exposure; besarnya keterpaparan risiko pada suatu aset). Pilar-pilar utama yang mendukung emas juga melemah menjelang kuartal II 2026. Data Federal Reserve bulan lalu menunjukkan pertumbuhan M2 (M2; ukuran jumlah uang beredar yang mencakup uang tunai, tabungan, dan simpanan yang mudah dicairkan) stabil di sekitar 2,1% per tahun, jauh dari level yang dulu memicu ketakutan pelemahan nilai uang. Sementara itu, pasar suku bunga menilai peluang pemangkasan suku bunga sebelum September kurang dari 20%, sehingga menghilangkan pemicu besar bagi harga emas. Bahkan pembeli yang biasanya paling andal pun melambat. Laporan World Gold Council untuk kuartal terakhir 2025 menegaskan pembelian bersih bank sentral kini turun selama tiga kuartal berturut-turut. Dengan kekhawatiran politik soal independensi Federal Reserve juga mereda setelah sidang konfirmasi tahun lalu, argumen utama “aset aman” (safe-haven; aset yang biasanya dicari saat pasar takut) untuk memegang emas menjadi melemah.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code