Daniel Ghali dari TD Securities memperingatkan bahwa persediaan tembaga di bursa mungkin akan semakin banyak dimanfaatkan seiring defisit global yang memperketat pasokan.

    by VT Markets
    /
    Mar 16, 2026
    TD Securities mengatakan defisit (kekurangan) tembaga global makin sering dipenuhi dengan menguras stok tembaga di gudang bursa. “Gudang bursa” adalah gudang penyimpanan resmi yang terhubung dengan bursa komoditas. Perusahaan itu mengatakan persediaan di luar bursa (stok yang tidak tercatat di bursa) selama beberapa tahun terakhir dipakai untuk menyeimbangkan kekurangan antara pasokan dan permintaan. Mereka melaporkan bahwa pada akhir 2023, persediaan di bursa sekitar 5% dari tembaga global yang “di atas permukaan” (stok tembaga yang sudah ditambang dan tersimpan, bukan yang masih di dalam tanah). Mereka mengatakan porsi ini sekarang kira-kira 33% dari tumpukan stok di atas permukaan. Mereka mengatakan 67% sisa tembaga di atas permukaan sebagian besar tidak tersedia bebas. Mereka menyebut tiga pembatas: tembaga yang disimpan oleh Biro Cadangan Strategis China (lembaga pemerintah yang menyimpan stok untuk cadangan negara), kebutuhan minimum stok kerja (stok minimum yang harus ada agar pabrik/industri tetap berjalan), dan persediaan di AS yang “terkunci di daratan” (stok berada di lokasi yang sulit dipindahkan atau tidak mudah dikirim ke pasar). Mereka mengatakan kondisi ini bisa mendorong lebih banyak permintaan ke stok bursa yang terlihat (stok yang tercatat dan dapat dipantau publik). Mereka melaporkan tulisan tersebut dibuat dengan bantuan alat AI (perangkat lunak kecerdasan buatan) dan ditinjau oleh seorang editor. Selama bertahun-tahun, kita bisa mengandalkan stok tembaga di luar bursa yang melimpah untuk menyerap guncangan pasokan. Penyangga itu sekarang hilang, artinya defisit global akan menarik logam langsung dari gudang bursa seperti LME dan COMEX. LME adalah London Metal Exchange (Bursa Logam London), dan COMEX adalah pasar berjangka komoditas di AS. Ini adalah perubahan besar pada struktur pasar. Kita sudah melihat ini terjadi, karena gabungan persediaan bursa terus turun sejak awal tahun, dan baru-baru ini jatuh di bawah 150.000 ton secara global. Ini level yang sangat rendah, terutama jika mengingat gangguan pasokan di beberapa tambang besar Amerika Selatan yang mengganggu pasar sepanjang 2025. Jaring pengaman yang dulu ada kini menipis. Sebagian besar sisa stok tembaga sebenarnya tidak tersedia untuk pasar, karena disimpan sebagai cadangan strategis China atau merupakan minimum yang dibutuhkan untuk operasi industri. Ini berarti jumlah tembaga yang siap diperdagangkan jauh lebih kecil daripada angka besar yang terlihat di judul berita. Karena itu pasar jauh lebih ketat daripada yang tampak. Situasi ini sangat menunjukkan posisi “bullish” (pandangan harga akan naik) pada produk turunan tembaga dalam beberapa minggu ke depan, dengan peluang besar naiknya “volatilitas harga” (harga lebih mudah naik-turun tajam). Opsi call long (membeli hak untuk membeli di harga tertentu) atau bull call spread (strategi opsi membeli call dan menjual call lain di harga lebih tinggi untuk mengurangi biaya) bisa menjadi strategi untuk bersiap jika terjadi “price squeeze” (kenaikan harga cepat karena barang langka). Kenaikan permintaan yang tak terduga atau gangguan pasokan kecil sekarang akan lebih cepat dan lebih besar dampaknya pada harga.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code