Danske mengatakan EUR/USD kembali menembus 1,15 seiring turunnya imbal hasil Treasury; The Fed kemungkinan menunggu kejelasan terkait konflik Iran

    by VT Markets
    /
    Mar 18, 2026
    EUR/USD naik kembali di atas 1.15 karena imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan) obligasi pemerintah AS (US Treasury) turun dan sentimen risiko (risk sentiment, yaitu minat pasar untuk mengambil risiko) membaik. Pergerakan ini terjadi menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC, komite penentu kebijakan suku bunga The Fed). Rapat FOMC diperkirakan tidak membawa perubahan pada kebijakan moneter AS (kebijakan uang, terutama soal suku bunga dan likuiditas). Pasar memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga AS akhir tahun ini, sementara Danske memperkirakan dua kali.

    Sikap “Tunggu dan Lihat” The Fed

    The Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) diperkirakan tetap pada sikap “tunggu dan lihat” terkait perang di Iran. Rapat ini diperkirakan tidak mengubah arah EUR/USD. Data indeks harga produsen AS (PPI, ukuran perubahan harga di tingkat produsen/pabrik) bulan Februari akan rilis sebelum keputusan suku bunga. Data final inflasi zona euro Februari juga akan rilis sebelum keputusan suku bunga European Central Bank (ECB, bank sentral zona euro), dan diperkirakan mengonfirmasi perkiraan cepat (flash estimates, yaitu angka awal sementara). Kita ingat situasi pada awal 2025 ketika The Fed memakai pendekatan “tunggu dan lihat” karena konflik geopolitik, sehingga EUR/USD bertahan di atas 1.15. Periode bank sentral menahan diri saat ada guncangan eksternal ini membuat kondisi transaksi (trading) jadi berbeda. Latar ini bisa jadi pelajaran untuk menghadapi pasar dalam beberapa minggu ke depan. Saat ini kondisinya jauh berbeda, dengan EUR/USD diperdagangkan lebih rendah di sekitar 1.08. Ini mencerminkan perbedaan arah suku bunga (interest rate divergence, yaitu selisih kebijakan suku bunga AS vs Eropa) yang menguntungkan dolar selama setahun terakhir. Walau The Fed kini menahan suku bunga tetap, pasar mengantisipasi perubahan arah (pivot, yaitu peralihan kebijakan), dan saat ini memperkirakan sekitar 75 basis poin pemangkasan sampai akhir tahun (basis poin/bps = 0,01%), menurut data CME FedWatch Tool (alat yang menghitung peluang arah suku bunga berdasarkan harga pasar).

    Pengaturan Volatilitas di Pasar Opsi

    Ekspektasi pemangkasan di masa depan, dibanding sikap hati-hati The Fed saat ini, membuka peluang di pasar opsi (options market, pasar kontrak yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu). Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besar-kecilnya gerak harga ke depan yang tercermin dari harga opsi) EUR/USD cenderung turun, baru-baru ini di sekitar 6,5%, yang menunjukkan pasar terlalu tenang. Trader bisa mempertimbangkan membeli volatilitas lewat strategi seperti straddle (strategi membeli opsi beli dan opsi jual pada harga dan waktu jatuh tempo yang sama), untuk bersiap bila terjadi pergerakan tajam saat The Fed memberi sinyal perubahan yang jelas. Seperti ketegangan geopolitik pada 2025, sekarang ada kekhawatiran rantai pasok (supply chain, alur produksi dan pengiriman barang) dan konflik yang memengaruhi harga komoditas. Ini membuat The Fed tidak bertindak tergesa-gesa, karena data CPI AS terbaru (CPI, indeks harga konsumen) menunjukkan inflasi tetap tinggi di 2,9%. Angka ini lebih tinggi dibanding zona euro, di mana inflasi HICP (HICP, ukuran inflasi standar di Eropa) turun ke 2,4%, sehingga ECB punya lebih banyak ruang untuk melonggarkan kebijakan lebih dulu (easing, pelonggaran seperti menurunkan suku bunga). Perbedaan inflasi ini menunjukkan kekuatan dolar bisa bertahan dalam jangka pendek. Trader dapat memakai kontrak forward (perjanjian harga di masa depan) untuk berspekulasi bahwa selisih suku bunga AS dan Eropa akan makin lebar pada kuartal berikutnya. Fokus pasar pada setiap data baru, terutama angka PPI AS, akan sangat besar. Mengingat posisi The Fed yang bergantung pada data (data-dependent, keputusan mengikuti hasil data), perbedaan dari perkiraan pada data inflasi atau tenaga kerja akan memicu penyesuaian harga besar (repricing, perubahan cepat pada harga aset karena ekspektasi berubah). Melihat pola 2025, periode bank sentral tidak bertindak sering berakhir mendadak. Karena itu, trader derivatif (derivatives, produk turunan seperti opsi dan futures) perlu tetap melakukan lindung nilai (hedged, mengurangi risiko) terhadap kemungkinan keluarnya harga secara tiba-tiba dari rentang transaksi saat ini. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code