Posisi Spekulatif Jadi Lebih Bearish
Data terbaru menunjukkan peningkatan besar pada sentimen bearish (pandangan bahwa harga akan turun) terhadap Yen Jepang. Terlihat posisi neto spekulatif short (taruhan turun) makin dalam ke -72,9K kontrak, naik cukup jauh dari -62,8K pada minggu sebelumnya. Ini berarti para trader menambah taruhan bahwa Yen akan terus melemah. Sikap bearish ini terutama didorong oleh perbedaan suku bunga yang terus bertahan antara Bank of Japan (BoJ, bank sentral Jepang) dan US Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS). Normalisasi kebijakan BoJ yang lambat sepanjang 2025 tidak banyak menutup selisih tersebut, sehingga carry trade (strategi meminjam di mata uang berbunga rendah lalu membeli aset/mata uang berbunga lebih tinggi untuk mengambil selisih bunga) tetap menarik. Dengan inflasi inti Jepang (kenaikan harga tanpa komponen yang bergejolak seperti makanan dan energi) yang baru-baru ini turun lagi di bawah 2%, bank sentral punya lebih sedikit alasan untuk memberi sinyal kenaikan suku bunga yang agresif. Untuk beberapa minggu ke depan, jalur yang paling mudah untuk USD/JPY kemungkinan tetap naik. Peningkatan posisi short ini bisa mendorong pergerakan lebih tinggi, sehingga posisi long USD/JPY (bertaruh USD/JPY naik) atau membeli call options (opsi beli, hak untuk membeli pada harga tertentu) pada pasangan ini menjadi strategi yang masuk akal. Momentum pasar saat ini jelas masih mendukung pelemahan Yen. Namun, perlu memantau tanda-tanda “crowded trade” (terlalu banyak pelaku pasar ada di posisi yang sama), karena level posisi ini mulai mendekati ekstrem seperti yang terlihat pada 2024, yang sebelumnya diikuti pembalikan tajam. Pernyataan hawkish dari BoJ (lebih condong mengetatkan kebijakan, misalnya mendukung kenaikan suku bunga) atau data ekonomi AS yang lebih lemah bisa memicu short squeeze (lonjakan harga karena pelaku posisi short terpaksa membeli untuk menutup kerugian) yang keras. Karena itu, membeli put yang murah dan jauh out-of-the-money (opsi jual dengan harga strike yang jauh dari harga saat ini, sehingga lebih murah namun risikonya lebih tinggi) pada USD/JPY bisa menjadi lindung nilai (hedge, pengaman risiko) yang berguna. Penumpukan taruhan satu arah ini mengisyaratkan potensi kenaikan pergerakan harga yang tajam. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besarnya pergerakan harga dari harga opsi) pada opsi yen sudah naik ke 9,5%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan tembus naik (breakout) atau berbalik arah.Strategi Volatilitas Untuk Risiko Dua Arah
Kita bisa mempertimbangkan strategi volatilitas seperti straddle (membeli call dan put sekaligus pada strike dan jatuh tempo yang sama) untuk mencoba mendapat untung dari pergerakan besar ke salah satu arah tanpa harus tepat menebak arahnya.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.