Metode Konversi Harga Emas
FXStreet mengubah harga emas internasional ke AED dengan memakai kurs USD/AED (nilai tukar Dolar AS terhadap Dirham) dan satuan lokal. Harga diperbarui setiap hari saat publikasi dan hanya sebagai acuan, karena harga lokal bisa sedikit berbeda. Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Mereka menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, jumlah tahunan tertinggi yang pernah tercatat, menurut World Gold Council (lembaga yang memantau dan melaporkan pasar emas dunia). Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko (aset seperti saham yang harganya mudah naik-turun), dan dapat naik saat suku bunga turun serta melemah saat biaya pinjaman naik. Penurunan terbaru emas ke AED 516,09 per gram menunjukkan tekanan dari Dolar AS yang kuat. Dollar Index (DXY) (indeks yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) tetap kuat di sekitar level 105 pada kuartal ini, sehingga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Hubungan berlawanan arah ini adalah pendorong utama yang kami pantau untuk pergerakan harga jangka pendek.Sinyal Utama Untuk Emas Ke Depan
Namun, kami melihat sinyal yang saling bertentangan yang menunjukkan peluang harga pulih. Data terbaru menunjukkan inflasi AS tetap tinggi di 3,1%, mengingatkan pelaku pasar tentang peran emas sebagai lindung nilai inflasi (aset yang cenderung membantu menjaga nilai uang saat harga-harga naik). Dengan Federal Reserve (bank sentral AS) menahan suku bunga tetap di 3,75%, tekanan kenaikan pada dolar dari kenaikan suku bunga (rate hikes) (kebijakan menaikkan suku bunga acuan) terhenti, sehingga menambah ketidakpastian. Kami juga perlu mempertimbangkan permintaan dasar yang kuat dari lembaga besar. Berkaca pada 2025, bank sentral melanjutkan pembelian besar, menambah sekitar 800 ton ke cadangan global dan menciptakan “lantai” yang mendukung pasar (tingkat harga yang membantu menahan penurunan). Pembelian yang berkelanjutan ini menunjukkan penurunan tajam kemungkinan tidak akan bertahan lama. Bagi trader (pelaku jual-beli jangka pendek) dalam beberapa minggu ke depan, kondisi ini cocok untuk strategi opsi yang memanfaatkan volatilitas (tingkat naik-turun harga). Membeli put option (kontrak yang memberi hak untuk menjual di harga tertentu) dapat melindungi jika Dolar AS makin kuat, sedangkan call option (kontrak yang memberi hak untuk membeli di harga tertentu) memberi peluang jika harga memantul karena kekhawatiran inflasi. Ketegangan antara pasar mata uang dan permintaan fisik menunjukkan strategi straddle atau strangle (strategi opsi untuk memanfaatkan pergerakan harga besar ke arah mana pun) bisa efektif.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.