Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas Saudi
FXStreet menghitung harga emas Saudi dengan mengubah harga internasional memakai kurs USD/SAR (nilai tukar Dolar AS ke Riyal Saudi) dan satuan lokal. Harga diperbarui setiap hari memakai harga pasar pada saat diterbitkan, dan harga lokal bisa sedikit berbeda. Bank sentral adalah pemegang emas terbesar, menurut teks. Data dari World Gold Council (lembaga yang mengumpulkan data pasar emas dunia) menyebut bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Teks menyebut emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan obligasi pemerintah AS (US Treasuries, surat utang pemerintah AS yang sering dianggap aset aman). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko (misalnya saham). Teks menambahkan peristiwa geopolitik, kekhawatiran resesi (pelemahan ekonomi yang luas), dan suku bunga dapat memengaruhi harga, dan bahwa emas dihargai dalam dolar AS (XAU/USD, kode untuk harga emas terhadap dolar AS).Pendorong Makro yang Mendukung Emas
Laporan inflasi AS terbaru minggu lalu, yang menunjukkan Consumer Price Index (CPI, indeks harga konsumen—ukuran kenaikan harga barang dan jasa) untuk Maret 2026 tetap tinggi di 3,1%, menjadi kunci. Ini mengubah perkiraan pasar: banyak yang kini memperkirakan Federal Reserve (bank sentral AS) akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga pada kuartal ketiga untuk mendorong ekonomi yang melambat. Sebagai aset tanpa imbal hasil (yield-less, tidak memberi bunga/kupon), emas cenderung membaik saat suku bunga turun. Pandangan ini menekan Dolar AS, dengan Dollar Index (DXY, indeks kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama) baru-baru ini turun di bawah level 102 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Hubungan berlawanan arah ini juga terlihat sebelumnya, misalnya pada siklus pemotongan suku bunga 2019 ketika dolar yang melemah membantu mendorong harga emas naik. Penurunan dolar yang berlanjut dapat menjadi pendorong kuat bagi emas yang dihargai dalam mata uang lain. Ketidakstabilan geopolitik juga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai saat krisis (safe-haven, aset yang dicari saat pasar tidak pasti). Ketegangan di Laut Cina Selatan mendorong VIX (indikator volatilitas pasar, sering disebut “indeks ketakutan”) naik di atas 20 dalam sesi perdagangan terbaru. Saat tidak pasti, dana sering berpindah dari aset berisiko seperti saham ke emas yang dianggap lebih aman. Selain itu, permintaan dari bank sentral terus menjadi penopang harga. Setelah pembelian besar pada 2022 dan 2023, data World Gold Council untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan bank sentral global menambah 245 ton lagi ke cadangan mereka. Pembelian yang berlanjut, terutama dari bank di negara berkembang, menunjukkan keyakinan kuat dari lembaga besar terhadap emas sebagai aset cadangan (reserve asset, aset yang disimpan untuk menjaga kekuatan keuangan). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.