Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas Malaysia
FXStreet menyusun harga emas Malaysia dengan mengubah harga internasional memakai kurs USD/MYR (nilai tukar Dolar AS terhadap Ringgit Malaysia) dan satuan lokal. Harga diperbarui setiap hari saat artikel diterbitkan dan hanya sebagai acuan; harga di pasar lokal bisa sedikit berbeda. Emas sejak lama dipakai sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Emas juga dipakai untuk perhiasan dan sering dikaitkan dengan kenaikan permintaan saat pasar tegang, inflasi (kenaikan harga barang secara umum), dan mata uang melemah. Bank sentral (bank utama suatu negara yang mengatur kebijakan uang dan suku bunga) menyimpan cadangan emas besar dan membeli 1.136 ton senilai sekitar $70 miliar pada 2022, menurut World Gold Council. Laporan itu menyebut ini pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai, dengan negara berkembang seperti China, India, dan Turki meningkatkan cadangan. Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS), dan juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Harganya juga bisa bereaksi terhadap peristiwa geopolitik, kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi yang signifikan), dan perubahan suku bunga. Emas dikutip secara global dalam Dolar AS sebagai XAU/USD (kode harga emas terhadap Dolar AS).Kebijakan The Fed dan Penguatan Dolar Menekan Emas
Kami melihat harga emas terkoreksi, terlihat dari penurunan dalam Ringgit Malaysia hari ini, 23 Maret 2026. Ini terutama reaksi terhadap menguatnya Dolar AS, yang membuat Dollar Index (DXY, indeks yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) naik lagi di atas level 105 untuk pertama kalinya tahun ini. Karena emas dihargai secara internasional dalam Dolar AS, penguatan mata uang ini menjadi hambatan langsung. Pergerakan pasar ini didorong oleh nada Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) yang lebih berhati-hati soal inflasi dari rapat minggu lalu. Trader (pelaku transaksi jangka pendek) kini menggeser perkiraan pemotongan suku bunga pertama, dengan perkiraan pasar berpindah dari Juni ke akhir kuartal ketiga 2026. Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas jadi kurang menarik untuk disimpan. Sikap hati-hati The Fed didukung data terbaru, karena laporan inflasi Februari 2026 menunjukkan harga konsumen naik 3,1%, menghentikan penurunan yang terlihat sepanjang sebagian besar 2025. Kenaikan tak terduga ini membuat pasar khawatir pelonggaran kebijakan uang (kebijakan yang membuat uang lebih mudah dipinjam, biasanya lewat penurunan suku bunga) tidak akan cepat terjadi. Ini berarti arah harga emas bisa lebih sulit dalam beberapa minggu ke depan. Bagi trader derivatif (instrumen turunan, nilainya mengikuti aset lain seperti emas), kondisi ini membuat membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) bisa menjadi strategi untuk mengantisipasi penurunan lanjutan. Alternatifnya, menjual opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) atau memakai bear call spread (strategi gabungan opsi untuk mencari hasil saat harga cenderung turun atau sulit naik) bisa dipakai untuk menghasilkan pendapatan bila emas diperkirakan sulit menembus puncak terbaru. Dengan ketidakpastian ini, kami memperkirakan volatilitas (tingkat naik-turun harga yang cepat) akan meningkat menjelang rilis data ekonomi berikutnya.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.