Harapan Gencatan Senjata Memudar
Kenaikan melemah setelah Iran menolak usulan tersebut. Press TV melaporkan Teheran akan mengakhiri konflik hanya dengan syaratnya sendiri. Syarat Iran termasuk penghentian serangan dan pembunuhan terarah, jaminan perang tidak dimulai lagi, kompensasi atas kerusakan, penghentian pertempuran di berbagai front kawasan, serta pengakuan kendali atas Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak global). Ketidakpastian mendukung Dolar AS, sementara harga Minyak yang tinggi menjaga risiko inflasi tetap ada, sehingga membatasi kelanjutan kenaikan Perak. Sinyal teknikal netral hingga agak negatif, dengan harga berada di bawah SMA 50-hari di $85,51 dan SMA 100-hari di $74,33. (*SMA/Moving Average* adalah rata-rata harga dalam periode tertentu untuk melihat arah tren.) RSI berada di 40 dan ADX di kisaran 20-an rendah, menunjukkan momentum yang lemah. (*RSI* mengukur cepat-lambatnya pergerakan harga; angka rendah berarti dorongan harga lemah. *ADX* mengukur kekuatan tren; angka rendah berarti tren tidak kuat.) Area *resistance* (batas atas yang sering menahan kenaikan) berada di SMA 100-hari, lalu $80. *Support* (batas bawah yang sering menahan penurunan) berada di sekitar $66,01, lalu $61,01, dan SMA 200-hari di $57,99. Penolakan rencana gencatan senjata AS oleh Iran menunjukkan ketegangan geopolitik akan tetap menjadi pendorong utama harga perak dalam beberapa pekan ke depan. Ini terlihat pada harga *opsi* (kontrak yang memberi hak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu), dengan Silver Volatility Index (SVIX)—indeks yang menunjukkan perkiraan naik-turunnya harga perak—baru-baru ini melonjak ke 42, level tertinggi sejak konflik dimulai akhir 2025. Kondisi ini membuat taruhan satu arah (hanya naik atau hanya turun) lebih berisiko, sehingga strategi yang mendapat untung dari pergerakan naik-turun harga lebih layak dipertimbangkan.Prospek Strategi Opsi
Sikap tegas Iran, terutama tuntutan kendali atas Selat Hormuz, membuat harga minyak WTI (patokan harga minyak AS) bertahan di atas $115 per barel, sehingga menjaga ketakutan inflasi. Ini menjadi alasan mendasar mengapa Dolar AS tetap kuat, yang menjadi *headwind* (faktor yang menekan) bagi harga perak. Laporan Commitment of Traders (COT)—laporan posisi pelaku besar di pasar berjangka—pekan lalu menunjukkan dana *managed money* (pengelola dana profesional seperti hedge fund) mengurangi posisi *net-long* (posisi beli bersih: jumlah beli lebih besar daripada jual) pada kontrak berjangka perak sebesar 12%, menandakan kehati-hatian institusi meningkat. Dengan kelemahan teknikal di bawah rata-rata bergerak 100-hari dekat $74,33, trader dapat mempertimbangkan membeli *put option* (opsi untuk menjual; biasanya untung jika harga turun) untuk berspekulasi harga menguji ulang level rendah $61 dari awal pekan ini. Sebaliknya, *call option* (opsi untuk membeli; biasanya untung jika harga naik) dengan *strike price* (harga patokan di kontrak opsi) di atas $75 memberi cara dengan risiko terbatas untuk memanfaatkan potensi tembus naik jika terjadi penurunan ketegangan yang tidak terduga. Rentang harga yang lebar dan tidak pasti membuat posisi *long straddle* (membeli call dan put sekaligus agar untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah) menjadi strategi yang menarik. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.