Dengan Hormuz ditutup, WTI diperdagangkan mendekati $86,50 di Asia setelah lonjakan dan volatilitas sebelumnya

    by VT Markets
    /
    Mar 10, 2026
    WTI, patokan harga minyak mentah AS, diperdagangkan dekat $86,40 pada awal jam perdagangan Asia hari Selasa. Harganya tetap naik-turun tajam (volatil) setelah naik hampir $120 per barel pada sesi sebelumnya. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) membahas pelepasan terkoordinasi cadangan minyak darurat di antara negara anggota pada hari Senin. Langkah ini bisa menambah pasokan dalam jangka pendek dan membatasi lonjakan harga saat ada risiko gangguan pasokan.

    Judul Berita Timur Tengah Dan Tekanan Harga

    Presiden AS Donald Trump mengatakan ia berencana menghapus (mencabut) sanksi terkait minyak dan menyebut perang dengan Iran akan selesai “sangat segera”. Komentar ini mengurangi kekhawatiran konflik panjang di Timur Tengah, sehingga menekan (mendorong turun) harga WTI. Selat Hormuz tetap nyaris ditutup, tanpa rencana final untuk melindungi kapal yang memakai jalur tersebut. Sekitar seperlima pengiriman minyak dunia melewati selat ini, dan gangguan pasokan bahan bakar bisa menopang (menahan agar tidak turun) WTI dalam waktu dekat. Pasar juga menunggu laporan American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan keluar pada Selasa nanti. API adalah lembaga industri di AS yang merilis perkiraan perubahan stok minyak. Penurunan stok (inventory draw) yang lebih besar dari perkiraan bisa menunjukkan permintaan lebih kuat, sedangkan kenaikan stok (inventory build) yang lebih besar bisa mengarah pada permintaan melemah atau pasokan berlebih. Kita mengingat pergerakan harga yang sangat liar pada 2025 ketika WTI melonjak hampir $120 per barel, lalu komentar tentang sanksi dan kemungkinan berakhirnya konflik dengan Iran membuat harga turun lagi. Perubahan tajam tahun lalu itu mengingatkan bahwa berita geopolitik bisa membalik arah pasar dengan cepat. Hari ini, dengan WTI berada di sekitar $92, muncul ketegangan serupa (meski lebih ringan) akibat perbedaan pendapat terbaru OPEC+ soal kuota produksi. OPEC+ adalah kelompok negara OPEC dan sekutunya yang mengatur target produksi, sedangkan kuota produksi adalah batas produksi yang disepakati.

    Cadangan Lebih Rendah Dan “Jaring Pengaman” Yang Menipis

    Berbeda dari tahun lalu, kita perlu berhati-hati untuk tidak terlalu mengandalkan pelepasan cadangan darurat terkoordinasi untuk menahan lonjakan harga. Cadangan minyak strategis dunia, terutama di AS, kini berada di titik terendah dalam 50 tahun setelah penarikan berulang, termasuk pelepasan besar saat krisis Hormuz 2025. Ini berarti dunia punya “bantalan” lebih kecil untuk menghadapi guncangan pasokan baru, sehingga pasar lebih rapuh dibanding setahun lalu. Kegelisahan ini terlihat di pasar opsi, ketika volatilitas tersirat (implied volatility) naik. Volatilitas tersirat adalah perkiraan pasar tentang seberapa besar harga bisa bergerak ke depan, yang tercermin dari harga opsi. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX) naik lebih dari 15% dalam sebulan terakhir menjadi 38, memberi sinyal pelaku pasar memperhitungkan peluang lebih besar terjadi pergerakan harga besar dalam beberapa minggu ke depan. Ini membuat biaya membeli perlindungan (hedging), seperti opsi jual (put option) berjangka lebih panjang, menjadi lebih mahal. Opsi adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu; put option memberi hak untuk menjual dan sering dipakai sebagai perlindungan saat harga turun. Dengan volatilitas yang meningkat, trader dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan oleh kondisi ini, misalnya membeli opsi beli (call option) untuk menangkap potensi kenaikan jika ada gangguan pasokan. Opsi beli memberi hak untuk membeli, sehingga nilainya cenderung naik saat harga naik. Alternatif yang lebih murah adalah bull call spread, yaitu strategi memakai dua opsi beli (membeli call dan menjual call lain pada harga target lebih tinggi) untuk membatasi biaya dan risiko, sambil tetap condong berharap harga naik. Kami menilai risiko lebih condong ke arah naik selama ketegangan geopolitik masih ada tanpa penyelesaian yang jelas. Gambaran dasar (fundamental) mendukung pandangan waspada namun tetap condong naik ini, karena data stok terbaru menunjukkan pasar makin ketat. Lima laporan mingguan terakhir dari EIA menunjukkan total penurunan stok minyak mentah lebih dari 15 juta barel, menandakan permintaan secara konsisten lebih besar daripada pasokan. EIA (Energy Information Administration) adalah lembaga pemerintah AS yang merilis data energi resmi. Kondisi ketat ini berarti gangguan pasokan yang tak terduga bisa berdampak lebih besar pada harga, berbeda dengan pasar yang lebih seimbang sebelum lonjakan 2025.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code