Dengan ketegangan di Timur Tengah yang menopang permintaan, DXY bertahan di atas 99,50, berfluktuasi di sekitar 99,65 dan naik 0,15%

    by VT Markets
    /
    Mar 23, 2026
    Indeks Dolar AS (DXY) memulai pekan dengan kenaikan ringan, tetapi tetap di bawah puncak naik pada hari Jumat. Indeks ini diperdagangkan di sekitar 99,65, naik 0,15% hari ini, dan bergerak stabil (konsolidasi: harga bergerak dalam rentang sempit tanpa arah jelas) di atas 99,50. Sentimen risiko (risk sentiment: ukuran seberapa berani investor mengambil risiko) tetap rapuh karena ketegangan Timur Tengah yang meningkat. Ini mendukung permintaan terhadap Dolar AS sebagai mata uang cadangan (reserve currency: mata uang yang banyak disimpan negara/lembaga karena dianggap aman dan mudah dipakai untuk perdagangan). Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengancam akan menargetkan infrastruktur energi Iran.

    Risiko Timur Tengah Mendukung Permintaan Dolar

    Iran mengatakan bisa meningkatkan serangan ke infrastruktur energi dan menargetkan fasilitas desalinasi air (water desalination facilities: pabrik yang mengubah air laut menjadi air tawar) di seluruh Timur Tengah. Kenaikan harga minyak mentah menambah kekhawatiran inflasi (inflation: kenaikan harga barang/jasa secara umum) dan mengurangi harapan pemotongan suku bunga The Fed pada 2026, sehingga mendukung Dolar AS. The Fed (Federal Reserve: bank sentral AS) memproyeksikan satu kali pemotongan suku bunga tahun ini, sementara bank sentral besar lain memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga untuk meredam tekanan inflasi yang muncul lagi. Ini membatasi kenaikan DXY dan membuat posisi pasar tetap hati-hati. Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% transaksi valuta asing global (foreign exchange/FX: jual-beli mata uang), atau sekitar $6,6 triliun per hari, berdasarkan data 2022. The Fed menargetkan inflasi 2% dan dapat memakai pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE: bank sentral menambah uang beredar dengan membeli aset untuk mendorong ekonomi) atau pengetatan kuantitatif (quantitative tightening/QT: bank sentral mengurangi uang beredar dengan mengurangi/menjual aset) untuk memengaruhi nilai dolar. Indeks Dolar AS bertahan di atas 99,50, terutama karena ketidakstabilan di Timur Tengah mendorong investor mencari aset aman seperti dolar. Ini bisa menjadi “batas bawah” sementara untuk dolar, karena risiko geopolitik (geopolitical risk: risiko akibat konflik/politik antarnegara) sulit dinilai untuk jangka panjang. Trader perlu waspada karena kekuatan ini lebih didorong ketakutan, bukan hanya oleh dasar ekonomi yang kuat.

    Inflasi Minyak dan Harapan Pemotongan Suku Bunga

    Kondisi ini mendorong harga minyak naik, dengan kontrak berjangka (futures: kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu mendatang) Brent kini diperdagangkan di atas $110 per barel, level tinggi yang bertahan seperti ini terakhir terlihat saat krisis energi 2022. Lonjakan ini langsung meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat pasar menilai ulang peluang pemotongan suku bunga The Fed tahun ini. Indeks Volatilitas CBOE (VIX: ukuran “ketakutan” pasar saham; makin tinggi berarti pasar makin cemas) juga mencerminkan kecemasan ini, baru-baru ini naik di atas 25, yang biasanya mendukung kepemilikan aset aman seperti dolar. Walau The Fed memberi arahan satu potensi pemangkasan suku bunga pada 2026, ancaman inflasi yang berlanjut membuat pemangkasan itu menjadi tidak pasti. Kontrak berjangka Fed Funds (Fed Funds futures: produk pasar yang mencerminkan perkiraan suku bunga acuan The Fed di masa depan) berubah dalam beberapa minggu terakhir, dengan peluang pemangkasan suku bunga pada musim panas turun tajam. Perubahan perkiraan suku bunga ini menjadi pendorong utama ketahanan dolar saat ini. Namun, bank sentral besar lain berada pada posisi berbeda dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga untuk melawan inflasi mereka sendiri. Misalnya, komentar terbaru dari Bank Sentral Eropa (ECB: bank sentral zona euro) terdengar lebih tegas. Kenaikan suku bunga mendadak dari ECB bisa membuat Euro menguat cepat terhadap dolar, menjadi hambatan besar bagi DXY. Dengan dua kekuatan yang saling berlawanan ini, bertaruh pada satu arah dolar saja berisiko tinggi saat ini. Pendekatan yang lebih hati-hati adalah memperdagangkan potensi kenaikan volatilitas mata uang (volatility: seberapa besar dan cepat harga berubah). Strategi opsi (options: kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) seperti straddle (straddle: membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga yang sama, sehingga untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah) pada pasangan utama seperti EUR/USD atau USD/JPY bisa efektif, karena bisa untung dari pergerakan besar tanpa harus menebak pemicunya. Buat akun VT Markets live Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code