Dengan ketegangan di Timur Tengah yang menopang permintaan, DXY bertahan di atas 99,50, bergerak di sekitar 99,65 dan naik 0,15%

    by VT Markets
    /
    Mar 24, 2026
    Indeks Dolar AS (DXY) memulai pekan dengan kenaikan ringan, tetapi tetap di bawah puncak pergerakan (swing high: titik tertinggi sementara sebelum harga berbalik) pada Jumat. Indeks diperdagangkan di sekitar 99,65, naik 0,15% pada hari itu, dan bergerak stabil (konsolidasi: bergerak di kisaran sempit) di atas 99,50. Sentimen risiko (risk sentiment: selera investor untuk aset berisiko) tetap rapuh karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sehingga mendukung permintaan Dolar AS sebagai mata uang cadangan (reserve currency: mata uang yang banyak disimpan bank sentral dan digunakan dalam perdagangan dunia). Presiden AS Donald Trump menetapkan batas waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengancam akan menargetkan infrastruktur energi Iran.

    Risiko Timur Tengah Mendukung Permintaan Dolar

    Iran mengatakan dapat meningkatkan serangan pada infrastruktur energi dan menargetkan fasilitas desalinasi air (desalination: proses mengubah air laut menjadi air tawar) di seluruh Timur Tengah. Harga minyak mentah yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi (inflation: kenaikan harga barang/jasa secara umum) dan menurunkan perkiraan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed: bank sentral AS) pada 2026, sehingga mendukung Dolar AS. The Fed memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini, sementara bank sentral besar lain memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga untuk menghadapi tekanan inflasi yang kembali meningkat. Ini membatasi kenaikan DXY dan membuat posisi pasar tetap hati-hati. Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari total transaksi valuta asing global (foreign exchange/FX: pasar tukar-menukar mata uang), atau sekitar US$6,6 triliun per hari, berdasarkan data 2022. The Fed menargetkan inflasi 2% dan dapat memakai pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE: bank sentral menambah uang beredar dengan membeli aset, biasanya obligasi) atau pengetatan kuantitatif (quantitative tightening/QT: mengurangi uang beredar, biasanya dengan mengurangi kepemilikan aset) untuk memengaruhi nilai Dolar. Indeks Dolar AS bertahan di atas 99,50, terutama karena ketidakstabilan di Timur Tengah mendorong investor mencari aset aman seperti dolar. Ini bisa menjadi penopang sementara, karena risiko geopolitik (geopolitical risk: risiko akibat konflik/politik antarnegara) sulit dinilai untuk jangka panjang. Pelaku pasar perlu berhati-hati karena penguatan ini lebih didorong kekhawatiran daripada kekuatan ekonomi saja.

    Inflasi dari Minyak dan Perkiraan Pemangkasan Suku Bunga

    Situasi ini mendorong harga minyak naik, dengan kontrak berjangka (futures: kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan) minyak Brent kini diperdagangkan di atas US$110 per barel, level yang bertahan dan belum terlihat sejak krisis energi 2022. Kenaikan ini langsung memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pasar menilai ulang peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Indeks Volatilitas CBOE (VIX: ukuran “tingkat ketakutan” pasar saham AS; makin tinggi berarti pasar makin cemas) juga mencerminkan kecemasan ini, baru-baru ini naik di atas 25, yang biasanya mendukung kepemilikan aset aman seperti dolar. Sementara The Fed memberi arahan satu potensi penurunan suku bunga pada 2026, ancaman inflasi membuat pemangkasan itu tetap tidak pasti. Kontrak berjangka Fed Funds (Fed Funds futures: alat pasar untuk memperkirakan arah suku bunga acuan The Fed) berubah dalam beberapa pekan terakhir, dengan peluang pemangkasan suku bunga pada musim panas turun tajam. Perubahan perkiraan suku bunga ini menjadi pendorong utama ketahanan dolar saat ini. Namun, bank sentral besar lain berada pada posisi berbeda dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga untuk melawan inflasi mereka sendiri. Misalnya, komentar terbaru dari Bank Sentral Eropa (ECB: bank sentral zona euro) terdengar lebih tegas. Kenaikan suku bunga tak terduga dari ECB bisa membuat Euro cepat menguat terhadap dolar, menjadi tekanan besar bagi DXY. Dengan adanya kekuatan yang saling berlawanan ini, bertaruh satu arah pada dolar menjadi strategi yang sangat berisiko saat ini. Pendekatan yang lebih hati-hati adalah memperdagangkan perkiraan kenaikan volatilitas (volatility: besarnya naik-turun harga). Strategi opsi (options: kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) seperti straddle (straddle: membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama) pada pasangan utama seperti EUR/USD atau USD/JPY bisa efektif, karena bisa untung jika terjadi pergerakan harga besar ke salah satu arah tanpa harus menebak pemicunya. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code