Dengan ketegangan Timur Tengah di sekitar Hormuz, Indeks Dolar AS bergerak mendatar di dekat 98,20 pada perdagangan Asia

    by VT Markets
    /
    May 4, 2026

    Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan di dekat 98,20 pada perdagangan Asia, Senin. Level ini relatif stabil saat pasar menilai meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mulai mengawal sejumlah kapal netral yang terjebak di Teluk Persia melewati Selat Hormuz mulai Senin. Bloomberg melaporkan kapal Angkatan Laut AS akan tetap berada di dekat area tersebut bila diperlukan untuk membantu mencegah serangan terhadap kapal komersial di selat itu.

    Risiko Selat Hormuz

    Seorang pejabat Iran mengatakan tindakan AS di Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata (kesepakatan penghentian tembak-menembak). Pejabat itu menambahkan bahwa Selat Hormuz dan Teluk Persia bukan tempat untuk retorika (pernyataan keras untuk tujuan politik).

    Pasar juga menyoroti laporan ketenagakerjaan AS untuk April yang akan dirilis Jumat. Perkiraan menunjukkan penambahan 73 ribu pekerjaan baru, dengan Tingkat Pengangguran 4,3%.

    Indeks Dolar AS (DXY) saat ini diperdagangkan di sekitar 104,50, tetap stabil karena pelaku pasar menilai risiko geopolitik yang belum mereda dan data ekonomi yang akan rilis. Peran dolar sebagai aset safe-haven (aset “pelarian” yang biasanya dicari saat pasar panik) sedang diuji oleh titik konflik baru. Kondisi ini membuat pelaku transaksi derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka) perlu siap menghadapi lonjakan volatilitas (gejolak harga).

    Dinamika serupa dengan ketegangan Selat Hormuz di masa lalu juga terlihat pada gangguan pengiriman di Laut Merah. Data terbaru menunjukkan volume kargo yang melintasi Terusan Suez masih turun lebih dari 60% dibanding tahun lalu, sehingga perdagangan harus menempuh rute lebih panjang dan lebih mahal. Jika eskalasi terjadi, pasar bisa beralih ke aset aman, yang biasanya menguntungkan dolar.

    Strategi Perdagangan yang Perlu Dicermati

    Bagi pelaku derivatif, kondisi ini dapat mendorong pertimbangan membeli call option (hak untuk membeli pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) pada DXY atau ETF terkait untuk memanfaatkan kenaikan akibat lonjakan risiko geopolitik. Situasi serupa pernah terjadi pada awal guncangan pandemi Maret 2020, ketika DXY melompat dari 95 ke di atas 102 dalam kurang dari dua minggu. Lindung nilai (hedging: strategi untuk mengurangi risiko) dengan call option pada VIX (indeks yang mengukur ekspektasi volatilitas pasar saham AS, sering disebut “indeks ketakutan”) juga bisa dipertimbangkan, karena VIX biasanya naik saat pasar cemas.

    Semua perhatian kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS Jumat ini, yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS). Perkiraan yang beredar menyebut ekonomi menambah sekitar 175.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di sekitar 3,8%. Jika hasilnya jauh di bawah perkiraan, dolar bisa melemah karena dapat memberi sinyal pelonggaran kebijakan (penurunan suku bunga atau kebijakan lebih longgar) lebih cepat dari perkiraan.

    Angka pekerjaan di bawah 150.000 bisa membuka peluang strategi bearish jangka pendek (bertaruh harga turun) pada dolar. Trader bisa mempertimbangkan membeli put option (hak untuk menjual pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) pada DXY yang jatuh tempo dalam beberapa minggu untuk memanfaatkan potensi penurunan. Sebaliknya, laporan kuat di atas 200.000 akan memperkuat dolar.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code