Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, GBP/USD melemah setelah sebelumnya mencatat kenaikan tipis, diperdagangkan di sekitar 1,3400 pada sesi Asia.

    by VT Markets
    /
    Mar 24, 2026
    GBP/USD turun kembali mendekati 1,3400 pada sesi Asia hari Selasa setelah kenaikan kecil sehari sebelumnya. Pergerakan ini terjadi karena sentimen menghindari risiko (risk aversion, yaitu pelaku pasar lebih memilih aset yang dianggap aman) meningkat, terkait laporan bahwa negara-negara Teluk yang sejalan dengan AS mungkin makin dekat untuk terlibat langsung dalam konflik Iran. Laporan Wall Street Journal menyebut Arab Saudi memberi sinyal perubahan arah terkait militer. Israel kembali menyerang Iran meski Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan akan menahan serangan ke infrastruktur energi setelah pembicaraan yang disebut produktif.

    Risiko Geopolitik Meningkat

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak ada komunikasi dengan Washington. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga mengatakan pada Senin tidak ada negosiasi, sementara penasihat Mohsen Rezaei menyebut konflik akan berlanjut sampai Iran menerima ganti rugi penuh atas kerusakan yang terjadi. Pasar menunggu data kilat (flash, yaitu rilis awal/perkiraan cepat) S&P Global PMI (Purchasing Managers’ Index/indeks manajer pembelian, indikator aktivitas bisnis) untuk Maret di kedua negara pada hari Selasa. PMI manufaktur Inggris diperkirakan 51,1 dibanding 51,7, dan PMI jasa 53,0 dibanding 53,9. Angka yang lebih lemah dapat memengaruhi perkiraan kebijakan Bank of England. Bank of England menahan suku bunga di 3,75% pada rapat Maret hari Kamis. Gubernur Andrew Bailey mengatakan konflik Timur Tengah diperkirakan mengguncang ekonomi dan mendorong inflasi dalam waktu dekat. Ia juga menyoroti Selat Hormuz (jalur laut penting pengiriman minyak) sebagai kunci untuk membuat pelayaran lebih aman dan menurunkan harga energi.

    Volatilitas dan Arah Kebijakan

    Saat ini, dengan pasangan mata uang ini diperdagangkan dekat 1,2850, ingatan pasar tentang volatilitas (volatility, yaitu besarnya naik-turun harga) tetap menjadi faktor penting. Meski konflik langsung mereda, harga opsi (options pricing, yaitu biaya kontrak derivatif untuk lindung nilai/spekulasi) menunjukkan premi risiko (risk premium, biaya tambahan karena ketidakpastian) yang tetap tinggi untuk setiap berita dari Selat Hormuz. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan naik-turun dari harga opsi) GBP/USD, sekitar 8,5%, masih lebih tinggi dibanding rata-rata sebelum 2025 sebesar 6%. Ini berarti trader perlu siap menghadapi pergerakan yang tajam dan cepat. Respons Bank of England terhadap lonjakan inflasi membuat suku bunga acuannya berada di 4,25%, tetapi ekonomi kini menunjukkan tanda melemah. PMI jasa Inggris bulan lalu turun ke 51,5, mengingatkan pada pelemahan yang mulai terlihat dari data flash PMI Maret 2025. Perbedaan antara bank sentral yang cenderung ketat (hawkish, yaitu condong menaikkan/menahan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) dan ekonomi yang melemah membuat strategi mencari keuntungan dari volatilitas (long volatility strategies, yakni strategi yang untung saat harga makin bergejolak), seperti membeli straddle pada GBP/USD (straddle, membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga yang sama), menarik menjelang rilis data penting. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code