Derek Halpenny dari MUFG: gencatan senjata dua pekan melemahkan dolar AS, mendongkrak selera risiko, menekan Brent

    by VT Markets
    /
    Apr 9, 2026

    Gencatan senjata dua pekan antara AS, Israel, dan Iran dikaitkan dengan pelemahan kembali Dolar AS. Perkembangan ini sejalan dengan membaiknya selera risiko (minat investor masuk ke aset berisiko) dan turunnya minyak Brent.

    MUFG menyebut gencatan senjata menurunkan, dalam jangka pendek, risiko pergerakan “risk-off” besar (ketika investor menghindari risiko dan beralih ke aset aman) yang biasanya mendukung Dolar. MUFG menambahkan hasil ini negatif untuk Dolar dan bisa memicu pelemahan lanjutan dalam waktu dekat jika pembicaraan berlanjut.

    Dampak Gencatan Senjata pada Dolar dan Minyak

    Catatan itu menyebut Dolar berkinerja lebih buruk selama konflik dibanding yang biasanya terjadi ketika harga energi naik. MUFG juga menilai pasar kemungkinan tetap sensitif terhadap berita terbaru soal kemajuan negosiasi.

    MUFG menguraikan potensi pergerakan berbalik (reversal) pada mata uang G10 (10 mata uang utama negara maju) setelah kabar gencatan senjata. MUFG memperkirakan SEK dan NZD berpotensi menguat, sementara NOK dan GBP bisa tertinggal, karena NOK dan GBP merupakan dua mata uang dengan kinerja terbaik sejak konflik dimulai.

    Artikel ini disebut dibuat menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) dan ditinjau editor. Artikel ini dikaitkan dengan FXStreet Insights Team.

    Kami melihat kegelisahan pasar kembali muncul, mirip dengan ketegangan sebelum gencatan senjata 2025. Saat minyak Brent baru-baru ini menyentuh US$95 per barel dan Indeks Dolar (DXY—ukuran kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) menguat di atas 106,5, pasar memasukkan premi risiko yang besar (tambahan “harga” risiko dalam valuasi). Kondisi ini membuat Dolar AS menjadi “aset aman” sementara, seperti pada fase awal konflik tersebut.

    Penempatan Posisi Opsi untuk Potensi Pembalikan Dolar

    Menengok peristiwa 2025, kesepakatan gencatan senjata dua pekan memicu pembalikan tajam. Harga minyak turun kembali di bawah US$80 dan selera risiko membaik besar, sehingga Dolar turun cepat. Pelajarannya: kabar penurunan eskalasi yang kredibel bisa membalik transaksi “aset aman” ini dengan sangat cepat.

    Bagi pelaku transaksi derivatif (instrumen turunan, nilainya mengikuti aset acuan), ini berarti perlu bersiap untuk potensi penurunan tajam Dolar jika negosiasi maju. Membeli opsi jual (put option—hak untuk menjual pada harga tertentu) berjangka sangat pendek pada indeks dolar atau ETF terkait (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) menjadi cara berbiaya relatif rendah untuk diuntungkan dari perubahan sentimen yang lebih “dovish” (lebih longgar/lebih condong pada penurunan suku bunga). Ketidakpastian tinggi membuat opsi lebih tepat daripada posisi jual langsung (short—bertaruh harga turun) untuk mengelola risiko.

    Situasi ini juga menegaskan perbedaan arah kebijakan moneter yang dipantau pasar. Turunnya harga energi akan lebih menekan inflasi di Eropa—di mana CPI (indeks harga konsumen) masih sekitar 3,1%—dibanding di AS. Ini bisa memberi ruang gerak lebih besar bagi Bank Sentral Eropa dan menguatkan euro terhadap Dolar.

    Kita juga perlu mengantisipasi transaksi pembalikan pada pasangan mata uang G10, seperti pada 2025. Krone Norwegia (NOK) menguat karena harga minyak tinggi, sementara krona Swedia (SEK) dan dolar Selandia Baru (NZD) tertekan akibat suasana risk-off. Strategi derivatif yang bertaruh SEK atau NZD menguat terhadap NOK dapat berkinerja baik dalam beberapa pekan ke depan bila ketegangan mereda.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code