Derek Halpenny dari MUFG mengatakan Jepang kemungkinan melakukan intervensi di kisaran 160, membeli waktu di tengah tekanan Timur Tengah dan kenaikan biaya

    by VT Markets
    /
    May 1, 2026

    Penurunan tajam USD/JPY sekitar lima angka besar (sekitar 5 yen) di dekat level 160 dikaitkan dengan laporan intervensi Jepang, berdasarkan laporan Nikkei. Pergerakan ini dipandang sebagai upaya memperlambat pelemahan yen sementara otoritas menilai ketidakpastian terkait Timur Tengah dan biaya hidup domestik.

    Bank of Japan tidak menaikkan suku bunga pekan ini, dengan ketidakpastian disebut sebagai salah satu faktor. Libur Golden Week di Jepang berlangsung dari Senin hingga Rabu pekan depan, yang dapat mengurangi likuiditas (ramainya transaksi di pasar) dan menambah risiko volatilitas (naik-turun harga yang tajam).

    Laporan tersebut menyebut posisi spekulatif “short” yen (taruhan yen akan melemah) tidak sebesar pada periode intervensi sebelumnya. Laporan itu juga menyatakan bahwa jika konflik meningkat atau harga energi naik lagi, USD/JPY bisa cepat memantul karena imbal hasil global naik.

    Laporan itu merujuk pembelian yen oleh Kementerian Keuangan pada Oktober 2022 dan Juli 2024, yang sempat bertahan karena imbal hasil AS turun pada periode tersebut. Disebutkan pula bahwa setelah intervensi April/Mei 2024, imbal hasil AS tidak turun sehingga diperlukan intervensi lagi pada Juli.

    Lingkungan ini menunjukkan bahwa memiliki opsi beli yen (yen calls, yaitu kontrak turunan yang memberi hak membeli yen pada harga tertentu) atau opsi jual USD/JPY (USD/JPY puts, yaitu hak menjual USD/JPY pada harga tertentu) merupakan cara lindung nilai (hedging, mengurangi risiko) yang bijak terhadap potensi kejutan dari Kementerian Keuangan. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan gejolak harga yang “terbaca” dari harga opsi) pada opsi tenor satu bulan telah naik dari 8% awal tahun menjadi di atas 11,5% pada akhir April 2026, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar. Trader sebaiknya melihatnya bukan sekadar biaya, melainkan asuransi terhadap pembalikan mendadak.

    Godaan untuk tetap “long” USD/JPY (memegang posisi beli dolar vs yen) demi mengantongi carry positif (carry, keuntungan dari selisih suku bunga) masih kuat, karena Bank of Japan baru sekali menaikkan suku bunga kecil 10 basis poin tahun ini (basis poin, 0,01%). Namun, pelajaran 2025 menunjukkan penurunan mendadak 5 yen dapat menghapus keuntungan carry berbulan-bulan dalam satu hari. Risiko-imbal hasil strategi carry trade yen (membiayai dalam mata uang berbunga rendah untuk membeli mata uang berbunga lebih tinggi) makin tidak menarik saat mendekati level psikologis 170.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code