Dev Ashish dari Societe Generale memperkirakan jajak pendapat di Kolombia akan mengunggulkan putaran kedua berhaluan kanan, mendorong kehati-hatian pasar

    by VT Markets
    /
    Apr 14, 2026

    Societe Generale meninjau pemilu presiden Kolombia menjelang pemungutan suara 31 Mei 2026. Survei menunjukkan kemungkinan besar terjadi putaran kedua (runoff), dengan skenario putaran kedua yang cenderung menguntungkan kubu kanan yang bersatu dibanding kandidat Historic Pact, Gustavo Cepeda.

    Catatan itu menyebut Paloma Valencia dan De la Espriella sama-sama tampil lebih kuat daripada Cepeda dalam simulasi survei putaran kedua. Catatan itu menambahkan bahwa perpecahan di kubu kanan tetap menjadi faktor risiko utama.

    Dinamika Putaran Kedua Dan Survei

    Dukungan untuk Valencia disebut meningkat seiring pemilih yang belum menentukan pilihan mulai mengerucut mendukungnya. Dukungan Cepeda disebut mendekati batas atas (ceiling), artinya ruang kenaikannya dalam survei makin kecil.

    Peluang disebut sedikit berpihak pada Valencia, sementara kredibilitas survei terpengaruh oleh penyelidikan CNE (Consejo Nacional Electoral), yaitu lembaga penyelenggara/pengawas pemilu nasional. Catatan tersebut juga menyoroti tekanan kelembagaan dan fiskal yang tinggi, termasuk ketegangan yang melibatkan bank sentral serta ruang fiskal yang terbatas (kemampuan pemerintah menambah belanja atau stimulus karena anggaran sempit). Hal ini dikaitkan dengan sikap pasar yang lebih berhati-hati terhadap aset Kolombia.

    Suku Bunga, Risiko Kredit, Dan Volatilitas

    Menjelang pemilu 2022, CDS (Credit Default Swap) tenor 5 tahun Kolombia melebar tajam sebagai ukuran risiko. CDS adalah “asuransi gagal bayar” utang; ketika “premi” CDS naik, pasar menilai risiko gagal bayar lebih tinggi. Pola serupa mulai terlihat sekarang, dengan spread (selisih premi) naik 25 basis poin sejak awal tahun. Basis poin adalah 0,01%; jadi 25 basis poin setara 0,25%. Ini menandakan pelaku pasar obligasi sudah memasukkan peluang tekanan keuangan yang lebih besar.

    Posisi bank sentral yang sulit—menahan inflasi yang masih bertahan di atas 5%—membuat ruang geraknya terbatas untuk mendukung ekonomi. Latar ini meningkatkan sensitivitas pasar terhadap berita politik, sehingga perubahan kecil pada survei bisa memicu pergerakan harga yang besar. Karena itu, taruhan arah harga (naik atau turun) berisiko tinggi, dan strategi yang mencari keuntungan dari gejolak harga, seperti long straddle, bisa lebih masuk akal. Long straddle adalah strategi opsi dengan membeli opsi call dan opsi put pada aset yang sama, dengan harga strike dan jatuh tempo yang sama, untuk mengambil untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code