Keputusan RBNZ Jadi Fokus
RBNZ akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu. Pasar secara luas memperkirakan Official Cash Rate (OCR)—suku bunga acuan resmi di Selandia Baru—tetap di 2,25%. Gubernur RBNZ Anna Breman mengatakan bank bisa mengabaikan inflasi sementara yang dipicu energi, tetapi dapat menaikkan suku bunga jika ekspektasi jangka panjang (perkiraan publik dan pelaku pasar tentang inflasi di masa depan) mulai tertekan. Analis Westpac mengatakan RBNZ bisa memberi sinyal kenaikan ke depan jika inflasi akibat energi berlanjut. Pasar memperhitungkan hampir 40% kemungkinan kenaikan suku bunga pada September 2026. Kenaikan penuh 25 basis poin (0,25%) sudah sepenuhnya diperhitungkan pada Desember. Kami melihat pasangan NZD/USD tertekan karena ketegangan AS-Iran yang kembali memanas terkait Selat Hormuz. Dengan tenggat Presiden Trump besok, volatilitas (seberapa besar dan cepat harga berayun naik-turun) kemungkinan meningkat tajam. Ketidakpastian seperti ini secara historis menguatkan Dolar AS, seperti yang terlihat pada awal 2020 ketika indeks dolar mengalami lonjakan tajam sementara.Strategi Opsi dan Volatilitas
Risiko sudah terlihat di pasar energi, dengan kontrak berjangka (futures) minyak mentah West Texas Intermediate—patokan harga minyak AS—melonjak lebih dari 4% hingga diperdagangkan di atas $95 per barel, level tertinggi tahun ini. Lonjakan ini menjadi tekanan bagi dolar kiwi (NZD) dalam jangka pendek. Namun, ini juga menambah kekhawatiran inflasi yang dipantau ketat oleh RBNZ. Semua perhatian tertuju pada RBNZ hari Rabu ini, dan meski suku bunga diperkirakan tetap (rate hold: suku bunga tidak berubah), nada pernyataan akan sangat penting. Data CPI kuartalan (Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) terbaru Selandia Baru tahun lalu tercatat 3,8%, jauh di atas target bank sentral, sehingga mendukung sikap yang lebih hawkish (lebih condong menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi). Karena pasar sudah memperhitungkan peluang 40% kenaikan suku bunga pada September, kejutan hawkish bisa memicu kenaikan tajam pada NZD. Dengan dua kekuatan yang saling berlawanan ini, kami menilai membeli volatilitas bisa menjadi strategi yang masuk akal. Membeli opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) NZD/USD tipe strangle—membeli opsi beli dan opsi jual di harga yang berbeda agar untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah—dengan jatuh tempo akhir April atau Mei bisa efektif. Pendekatan ini berpotensi untung dari pergerakan harga besar ke arah mana pun, baik dari guncangan geopolitik yang menekan pasangan ini atau pernyataan RBNZ yang hawkish yang memicu pemantulan tajam.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.