Peran Sejarah Emas Sebagai Simpanan Nilai
Emas memiliki peran sejarah sebagai simpanan nilai dan sering dianggap sebagai aset aman selama ketidakstabilan ekonomi. Bank sentral, termasuk dari negara berkembang seperti China, India, dan Turki, adalah pembeli utama, menambah 1,136 ton dengan nilai sekitar $70 miliar pada tahun 2022. Korelasi emas dengan aset lainnya berbanding terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi AS. Penurunan nilai Dolar atau suku bunga yang lebih rendah biasanya menyebabkan kenaikan harga emas, begitu juga dengan ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan resesi. Namun, kondisi Dolar yang kuat umumnya mengontrol peningkatan harga emas. Stabilitas harga emas saat ini, yang berada di sekitar 8,232 PHP per gram, menunjukkan momen penting untuk memposisikan diri menjelang tahun baru. Ini dianggap sebagai fase konsolidasi sebelum potensi peningkatan volatilitas. Keadaan tenang di akhir tahun seperti ini sering kali mendahului pergerakan pasar yang signifikan saat modal baru digunakan pada bulan Januari. Kita harus mempertimbangkan bahwa bank sentral besar menunjukkan potensi pemotongan suku bunga untuk tahun 2026, sebuah perubahan signifikan dari siklus kenaikan suku bunga agresif yang memuncak pada tahun 2023. Secara historis, suku bunga yang lebih rendah mengurangi daya tarik memegang obligasi dan meningkatkan aset yang tidak memberikan hasil, seperti emas. Perubahan mendasar ini menunjukkan bahwa para pedagang harus bersiap menghadapi tekanan naik pada logam mulia ini.Pengaruh Dolar AS dan Permintaan Bank Sentral
Pandangan ini diperkuat oleh pelemahan Dolar AS yang terus berlanjut, di mana emas berkorelasi secara terbalik. Prospek suku bunga AS yang lebih rendah cenderung membebani Dolar, membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya dan meningkatkan daya tariknya. Mengawasi Indeks Dolar (DXY) untuk melampaui level dukungan kunci bisa menjadi konfirmasi kuat untuk memasuki perdagangan emas yang bullish. Selain itu, permintaan dari bank sentral terus memberikan lantai harga yang solid. Setelah pembelian rekor lebih dari 1,000 ton di tahun 2022 dan 2023, laporan hingga tahun 2024 dan 2025 telah mengonfirmasi bahwa bank-bank sentral pasar berkembang terus mendiversifikasi cadangan mereka. Pembelian institusi yang berkelanjutan ini membatasi potensi penurunan dan menguatkan argumen untuk tren naik jangka panjang. Untuk para pedagang derivatif, volatilitas yang rendah saat ini dapat membuat opsi beli jangka panjang menjadi strategi yang menarik. Ini memungkinkan untuk menangkap potensi kenaikan pada kuartal pertama tahun 2026 sambil membatasi risiko pada premi yang dibayarkan. Kita dapat mempertimbangkan untuk membeli opsi beli yang sedikit di luar uang atau menerapkan strategi bull call spread untuk memanfaatkan pergerakan yang diharapkan lebih tinggi.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.