Di sesi Asia, GBP/USD turun mendekati 1,3400 seiring DXY bangkit, menekan Pound Sterling dari level tertinggi.

    by VT Markets
    /
    Mar 20, 2026
    GBP/USD diperdagangkan sekitar 0,2% lebih rendah di dekat 1,3400 pada akhir perdagangan Asia hari Jumat, setelah mundur dari level tertinggi mingguan. Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, yaitu ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) naik 0,3% ke sekitar 99,45 setelah memantul dari sekitar 99,00, usai turun lebih dari 1% pada hari sebelumnya. Dolar AS melemah setelah beberapa bank sentral global memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga (interest rate cuts, yaitu menurunkan suku bunga acuan) tidak jadi dilakukan, dengan alasan risiko inflasi (kenaikan harga) terkait harga minyak yang lebih tinggi dan konflik di Timur Tengah. Poundsterling (Sterling, mata uang Inggris) menguat pada Kamis setelah Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) menahan Bank Rate (suku bunga acuan BoE) di 3,75%, dengan semua 9 anggota MPC (Monetary Policy Committee, komite penentu kebijakan suku bunga) memilih menahan, dibanding perkiraan pasar pemungutan suara terbelah 7–2.

    Teknikal Dan Aksi Harga Terbaru

    Pada Kamis, GBP/USD naik hampir 1,3%, ditutup sekitar 1,3430 setelah dibuka dekat 1,3250 dan sempat menyentuh sekitar 1,3470, di mana level Fibonacci retracement 38,2% (alat analisis teknikal untuk memperkirakan area hambatan/dukungan berdasarkan pergerakan harga sebelumnya) menjadi penghalang. Kenaikan ini sebagian membalikkan penurunan dari puncak akhir Januari di dekat 1,3870. Keputusan BoE sebelumnya pada Februari adalah penahanan dengan suara 5–4, sementara prakiraan inflasi kuartal 3 (Q3, yaitu kuartal ketiga) direvisi menjadi sekitar 3,5% dari 2,0% pada Februari, dan staf juga memperkirakan 3,5% untuk dua kuartal berikutnya. Data Inggris menunjukkan pengangguran ILO (metode pengukuran standar internasional dari ILO) sebesar 5,2% dibanding perkiraan 5,3%, perubahan jumlah pekerja (employment change) 84 ribu, dan pertumbuhan upah tanpa bonus (earnings excluding bonuses, ukuran upah yang lebih “murni”) 3,8% dibanding 4,1%.

    Implikasi Perdagangan Derivatif

    Ini membuka peluang bagi trader derivatif (derivative, produk turunan nilainya mengikuti aset dasar seperti mata uang), karena pasar sedang memperkirakan beberapa kali pemangkasan suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Dengan data inflasi yang masih sulit turun (sticky inflation, yaitu inflasi yang bertahan tinggi), ada risiko BoE menunda pemangkasan tersebut. Membeli opsi call (call option, kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) pada GBP/USD bisa menjadi cara yang lebih hemat biaya untuk bersiap jika bank sentral kembali bersikap lebih “ketat” (hawkish, yaitu cenderung menahan/menaikkan suku bunga demi menekan inflasi). Kenaikan tajam yang terlihat pada 2025 juga memicu lonjakan besar volatilitas mata uang (volatility, yaitu tingkat naik-turunnya harga). Jika pasar kembali meremehkan ketegasan BoE melawan inflasi, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi poundsterling bisa terlalu rendah. Ini berarti strategi yang dirancang untuk untung saat volatilitas naik—terutama menjelang rapat MPC—dapat bermanfaat dalam beberapa minggu ke depan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code