Pesanan Barang Tahan Lama Melemah
Pesanan Barang Tahan Lama turun 2.2% pada bulan Oktober, tidak memenuhi ekspektasi penurunan 1.5%, dan menurun dari kenaikan modeste 0.7% di bulan September. Tanpa memperhitungkan transportasi, pesanan tumbuh 0.2% pada bulan Oktober tetapi kurang dari prediksi 0.3%. Produksi Industri menurun 0.1% di bulan Oktober, rebound 0.2% di bulan November, dan melampaui perkiraan 0.1%. Kepercayaan Konsumen AS turun ke indeks 89.1 pada bulan Desember, lebih rendah dari yang diperkirakan 91.0, meski meningkat dari angka revisi bulan November sebesar 92.9. Dolar AS tetap tertekan meski ada sedikit pemulihan, dengan ekspektasi pasar jangka panjang masih memperhitungkan pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve hingga 2026. Peta panas menunjukkan perubahan persentase Dolar AS terhadap rekan utama lainnya. Poin-poin penting: – GBP/USD menarik kembali dari puncak terbaru terhadap Dolar AS, diperdagangkan sekitar 1.3478 setelah gagal bertahan di atas 1.3500. – Dolar sedikit menguat karena laporan GDP AS Q3 yang lebih baik dari perkiraan, meskipun data pesanan barang tahan lama lebih lemah. – Kepercayaan konsumen untuk bulan Desember juga di bawah ekspektasi, menambah gambaran campur aduk.Outlook Kebijakan Moneter
Fokus utama pasar bukan pada data campur aduk ini, tetapi pada jalur Federal Reserve hingga 2026, dengan pelonggaran kebijakan yang signifikan sudah diperkirakan. Laporan inflasi terbaru mendukung pandangan ini, karena Indeks Harga Konsumen November 2025 menunjukkan tren pendinginan yang berlanjut, dengan laju tahunan turun ke 3.1%. Penurunan yang stabil menuju target 2% Fed memperkuat keyakinan bahwa pemotongan suku bunga akan datang, sehingga kekuatan Dolar sementara ini bisa menjadi kesempatan. Sebaliknya, Inggris menghadapi inflasi yang lebih gigih, dengan data CPI terbaru November 2025 stabil di 3.9%, hampir dua kali lipat dari target bank sentral. Perbedaan ini menunjukkan Bank of England akan lebih lambat dalam memotong suku bunga dibandingkan Federal Reserve. Perbedaan mendasar dalam pandangan kebijakan moneter ini seharusnya memberikan dorongan kuat untuk GBP/USD dalam beberapa minggu mendatang. Mengingat likuiditas yang tipis yang khas pada periode liburan antara Natal dan Tahun Baru, kita harus mengantisipasi potensi pergerakan tajam dan mendadak. Ini membuat pembelian opsi menjadi menarik untuk mendefinisikan risiko; misalnya, membeli opsi call pada GBP/USD akan memungkinkan kita untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan naik sambil membatasi potensi kerugian. Volatilitas yang diimplikasikan sedang, menunjukkan bahwa premi opsi saat ini tidak terlalu mahal. Melihat posisi pasar, data terbaru dari Commodity Futures Trading Commission menunjukkan bahwa trader spekulatif telah secara bertahap meningkatkan posisi long bersih mereka pada pound. Ini menunjukkan bahwa peserta pasar yang lebih besar berbagi pandangan optimis kami dan menggunakan penurunan seperti saat ini untuk menambah posisi mereka. Oleh karena itu, setiap penurunan di bawah level 1.3450 harus dilihat sebagai potensi titik masuk untuk kontrak berjangka long.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.