Ketegangan Timur Tengah Mendorong Permintaan Aset Aman
Teheran menyatakan selat itu akan tetap diblokade sampai Iran menerima pembayaran atas kerusakan perang. Perkembangan ini meningkatkan permintaan Dolar AS sebagai aset aman (safe-haven: aset yang biasanya dicari saat situasi tidak pasti karena dinilai lebih stabil, misalnya Dolar AS). Non-farm payrolls AS (laporan jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian) naik 178.000 pada Maret 2026, setelah sebelumnya turun 133.000 yang direvisi dari -92.000, dan dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 60.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% pada Maret dari 4,4% pada Februari. Sikap tegas Bank Sentral Eropa/ECB terhadap inflasi bisa membatasi pelemahan euro. ECB mengatakan kebijakan akan tetap ketat (restrictive: suku bunga dan kebijakan yang menahan pertumbuhan agar inflasi turun) sampai inflasi kembali secara berkelanjutan ke target 2%. Pasar saat ini menunjukkan benturan yang jelas antara Dolar AS yang menguat dan ECB yang tetap tegas. Laporan tenaga kerja AS yang kuat dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong perpindahan dana ke aset aman, yang langsung menguntungkan dolar. Ini memberi tekanan turun pada pasangan EUR/USD, sekaligus menguji level dukungan penting 1,1500 (support: area harga yang sering menahan penurunan karena muncul minat beli).Perkiraan Gejolak Harga dan Penempatan Transaksi
Karena ketidakpastian terkait Selat Hormuz, kami memperkirakan gejolak nilai tukar (volatilitas: besar-kecilnya pergerakan harga) akan meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Lonjakan serupa pernah terjadi pada awal 2022 ketika peristiwa geopolitik membuat VIX (indeks yang mengukur tingkat ketakutan/volatilitas pasar) naik lebih dari 45% dalam satu minggu. Karena itu, trader dapat mempertimbangkan membeli opsi (options: kontrak hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu), seperti straddle atau strangle (strategi membeli opsi beli dan opsi jual untuk untung dari pergerakan besar ke salah satu arah), agar bisa mendapat keuntungan dari pergerakan besar tanpa harus menebak arah. Kekuatan mengejutkan pasar tenaga kerja AS, dengan 178.000 pekerjaan bertambah dibanding perkiraan 60.000, kemungkinan memaksa penilaian ulang arah kebijakan The Fed (bank sentral AS). Dinamika serupa pernah terjadi pada akhir 2023, ketika data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan membuat pasar menunda perkiraan waktu pemangkasan suku bunga. Karena itu, memasang posisi untuk penguatan dolar lebih lanjut melalui strategi seperti membeli put EUR/USD (put: opsi yang memberi hak untuk menjual; biasanya dipakai untuk mendapat untung saat harga turun) terlihat masuk akal. Namun, komitmen ECB yang “hawkish” (hawkish: cenderung mendukung suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) menjadi penyeimbang kuat yang bisa mencegah euro jatuh tajam. Inflasi inti Zona Euro (core inflation: inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan makanan) tetap sulit turun di atas 3% selama sebagian besar tahun lalu, sehingga ruang ECB untuk melonggarkan kebijakan menjadi terbatas. Ini menunjukkan bisa terbentuk batas bawah untuk pasangan ini, sehingga menjual put out-of-the-money (out-of-the-money: opsi dengan harga acuan yang belum menguntungkan jika langsung dipakai) dapat menjadi strategi menarik untuk mengumpulkan premi (premium: biaya yang diterima/ dibayar saat transaksi opsi) dari pihak yang memperkirakan penurunan besar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.