Di tengah ketegangan AS-Iran, Menteri Pertahanan Hegseth mengatakan Washington memiliki beberapa opsi, dengan pembicaraan masih mungkin dilakukan

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    Ketegangan AS–Iran tetap menjadi perhatian setelah Reuters melaporkan komentar dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Ia mengatakan beberapa hari ke depan bisa menentukan arah perang, sementara AS masih membuka kemungkinan untuk perundingan. Hegseth mengatakan ia mengunjungi Timur Tengah pada hari Sabtu dan berbicara dengan pasukan AS. Ia mengatakan AS memiliki lebih banyak pilihan dan Iran memiliki lebih sedikit, serta Iran tidak dapat mengubah apa yang akan terjadi selanjutnya.

    Sinyal Militer Dan Perkiraan Dalam Waktu Dekat

    Ia mengatakan 24 jam terakhir mencatat jumlah rudal Iran yang ditembakkan paling rendah. Ia juga mengatakan serangan AS menyebabkan pembelotan (tentara atau aparat yang meninggalkan tugas atau berpihak) secara luas di Iran. Ia mengatakan Presiden Donald Trump bersedia membuat kesepakatan, tetapi perang bisa semakin intens tanpa kesepakatan. Ia menambahkan bahwa AS tidak menutup kemungkinan opsi seperti mengerahkan pasukan darat (tentara yang bertempur di daratan), dan mengatakan waktunya bisa empat, enam, delapan minggu, atau berapa pun. Ia mengatakan lebih banyak kapal bergerak melalui Selat Hormuz (jalur laut sempit yang sangat penting untuk pengiriman minyak) dan dunia perlu siap meningkatkan langkah. Ia juga menyinggung tindakan Rusia dan China. Indeks Dolar AS (DXY—indikator yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) turun 0,33% ke sekitar 100,17. Dalam tabel mata uang, dolar AS paling kuat terhadap dolar Kanada, dengan USD/CAD naik 0,10% sementara USD/EUR turun 0,38% dan USD/GBP turun 0,42%.

    Penempatan Posisi Pasar Untuk Hasil Dua Kemungkinan

    Dengan beberapa hari ke depan disebut “menentukan,” ketenangan pasar saat ini menjadi peluang. Kuncinya adalah hasil dua kemungkinan: kesepakatan tercapai atau konflik meningkat, sehingga ada pemicu jelas untuk pergerakan pasar. Kami menilai volatilitas (naik-turun harga) yang rendah saat ini belum mencerminkan risiko lonjakan besar yang terjadi cepat. Situasi ini membuat harga minyak menjadi sorotan, terutama karena penyebutan Selat Hormuz. Kita ingat bagaimana kontrak berjangka minyak mentah (kontrak untuk membeli/menjual minyak di harga tertentu pada tanggal mendatang) melonjak lebih dari 15% pada minggu-minggu awal konflik Ukraina 2022, dan perang terbuka dengan Iran bisa berdampak lebih besar. Data dari U.S. Energy Information Administration (EIA—lembaga pemerintah AS yang merilis data energi) yang dirilis minggu lalu menunjukkan persediaan global semakin ketat sebesar 2 juta barel, sehingga pasar sangat peka terhadap gangguan pasokan. Pelemahan kecil Dolar AS ke sekitar 100,17 pada DXY menarik, karena berlawanan dengan perilaku biasanya sebagai aset “safe haven” (aset yang cenderung dicari saat kondisi global tegang). Jika melihat ke belakang, indeks dolar melonjak dari 96 ke 103 saat kepanikan pasar awal Maret 2020, menunjukkan potensi kenaikan tajam saat ada berita buruk. Mengingat pasar yang terlalu tenang, membeli call option (kontrak yang memberi hak untuk membeli aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) berjangka pendek pada dolar terlihat sebagai lindung nilai (hedge—cara mengurangi risiko) yang relatif murah terhadap eskalasi mendadak. Pasar saham, khususnya S&P 500 (indeks saham berisi 500 perusahaan besar AS), tampak mengabaikan peringatan ini sambil diperdagangkan dekat rekor tertinggi. Ini mengarah pada pertimbangan put option (kontrak yang memberi hak untuk menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) pada ETF pasar luas sebagai lindung nilai portofolio. Sebaliknya, kami melihat volume opsi (jumlah kontrak opsi yang diperdagangkan) pada ETF ITA sektor dirgantara dan pertahanan naik 9% hanya minggu lalu, karena sebagian pelaku pasar bersiap untuk kenaikan sektor itu akibat konflik. VIX, ukuran perkiraan volatilitas pasar (sering disebut “indeks ketakutan”), berada di sekitar level rendah 14,2, yang kami nilai terlalu tenang mengingat peringatan yang jelas. Eskalasi dapat dengan mudah mendorong VIX melonjak di atas 20, seperti yang terjadi beberapa kali selama ketidakpastian 2025. Ini menunjukkan call option VIX dapat memberi daya ungkit (leverage—potensi hasil lebih besar dengan modal lebih kecil, namun risikonya juga lebih tinggi) yang besar jika ketegangan meningkat dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code