Prospek Kebijakan RBNZ
RBNZ diperkirakan luas akan menahan Official Cash Rate (OCR), yaitu suku bunga acuan resmi, di 2,25% pada rapat April. Gubernur Anna Breman mengatakan bank dapat “mengabaikan” sementara inflasi yang didorong energi (kenaikan harga karena faktor energi yang biasanya tidak bertahan lama), tetapi bisa menaikkan suku bunga jika ekspektasi jangka panjang (perkiraan masyarakat dan pelaku pasar tentang inflasi di masa depan) berisiko. Pasar telah memperhitungkan hampir 40% kemungkinan kenaikan suku bunga pada September 2026, dengan kenaikan penuh 25 basis poin (bps), yaitu 0,25%, telah diperhitungkan pada Desember. Pergerakan NZD juga terkait data ekonomi Selandia Baru, tren pertumbuhan China, dan harga produk susu, sementara perubahan selera risiko (minat investor pada aset berisiko) dapat mendukung atau melemahkan mata uang. Kami melihat NZD/USD menghadapi resistance (level harga yang sulit ditembus karena banyak aksi jual) di sekitar 0,5880, tertekan oleh penguatan Dolar AS yang luas. Ini mirip dengan situasi pada April 2025, ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong pasangan ini turun di bawah 0,5700. Meski berita spesifiknya berubah, tema utamanya sama: permintaan aset aman (safe-haven), yaitu aset yang dicari saat pasar takut, untuk “greenback” (sebutan umum untuk Dolar AS) masih membatasi kenaikan NZD (Kiwi, sebutan umum untuk Dolar Selandia Baru). Tahun lalu, kami memperkirakan RBNZ akan menahan OCR di 2,25%, dan itu terjadi sebelum kemudian menaikkan suku bunga di akhir tahun. Sekarang, dengan OCR di 2,75% dan inflasi kuartalan terbaru Selandia Baru masih tinggi di 4,7%, RBNZ berada dalam posisi sulit. Ini berbeda dengan AS, di mana pasar tenaga kerja masih kuat. Hal ini terlihat dari tambahan 275.000 pekerjaan pada laporan non-farm payrolls, yaitu laporan pekerjaan bulanan AS di luar sektor pertanian. Kondisi ini membuat Federal Reserve (bank sentral AS) tetap bersikap hawkish, yaitu cenderung mendukung kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi. Rapat RBNZ hari Rabu membawa event risk, yaitu risiko pergerakan harga besar karena satu peristiwa penting, sehingga arah jangka pendek sulit ditebak. Implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi) pada opsi NZD/USD satu minggu naik, menandakan trader bersiap untuk pergerakan besar. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah membeli strangle, yaitu strategi opsi dengan membeli put dan call yang out-of-the-money (harga strike berada di luar harga pasar saat ini), untuk mendapat keuntungan dari lonjakan volatilitas terlepas dari nada RBNZ.Faktor Dukungan Khusus Kiwi
Faktor fundamental (faktor dasar ekonomi yang memengaruhi nilai mata uang) yang khas untuk Kiwi juga memberi dukungan di level rendah ini. Data terbaru menunjukkan kenaikan mengejutkan pada indeks Global Dairy Trade, yang naik 2,8% pada lelang terakhir, yang biasanya positif bagi pendapatan ekspor Selandia Baru. Selain itu, tanda-tanda stabilnya ekonomi China, pasar ekspor utama, dapat menahan NZD agar tidak turun lebih dalam. Mengingat penguatan Dolar AS yang dominan, memanfaatkan setiap penguatan Kiwi untuk mengambil posisi bearish (posisi yang menguntungkan saat harga turun) terlihat lebih masuk akal dalam beberapa minggu ke depan. Menjual saat harga naik mendekati level psikologis 0,5900, sambil memakai opsi call untuk hedging (lindung nilai untuk membatasi risiko) terhadap kemungkinan tembus naik yang mengejutkan, memberi pendekatan dengan risiko lebih terukur. Strategi ini menjaga bias bearish sambil tetap mengantisipasi pantulan jangka pendek yang bisa dipicu data lokal.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.