Eskalasi Di Timur Tengah
Trump juga mengatakan pada hari Minggu bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal. Ia menambahkan bahwa AS dan Israel menyerang ratusan target di Iran, termasuk lokasi Garda Revolusi (pasukan elit Iran) dan pertahanan udara (sistem untuk menembak jatuh pesawat atau rudal). Serangan yang berlanjut mengurangi harapan adanya hasil diplomatik yang cepat. Hal ini mendukung suasana *risk-off* (kondisi pasar saat investor menghindari aset berisiko dan memilih aset yang lebih aman) yang biasanya menguntungkan logam mulia. Di AS, Indeks Harga Produsen (PPI—ukuran perubahan harga di tingkat produsen/pabrik, sering dipakai sebagai sinyal tekanan inflasi) yang lebih kuat dari perkiraan dapat mendukung Dolar AS dan menekan komoditas yang harganya memakai dolar seperti perak. Pasar juga memperkirakan Federal Reserve (bank sentral AS) akan menahan suku bunga pada rapat bulan Maret, dan data PPI bisa memperkuat perkiraan bahwa suku bunga bertahan tinggi lebih lama. Dengan perak melonjak menuju $94,90, terlihat benturan antara ketakutan geopolitik dan kondisi ekonomi. Konflik yang meningkat di Timur Tengah mendorong perpindahan besar ke aset aman, tetapi dolar yang kuat karena data inflasi menjadi hambatan besar. Ketidakpastian ekstrem ini menunjukkan volatilitas (naik-turunnya harga yang cepat dan besar) akan menjadi faktor utama dalam beberapa minggu ke depan.Prospek Strategi Trading
Mengingat beratnya peristiwa di Iran, kami menilai arah paling mudah dalam waktu dekat masih naik, sehingga posisi *long* (strategi mencari untung saat harga naik) layak dipertimbangkan. Kita dapat mempertimbangkan membeli opsi *call* (kontrak yang memberi hak untuk membeli aset pada harga tertentu sebelum waktu tertentu; biasanya dipakai untuk memanfaatkan kenaikan) pada kontrak berjangka perak atau ETF terkait untuk menangkap potensi kenaikan lanjutan sambil membatasi risiko maksimum. Namun, perlu diingat *implied volatility* (perkiraan volatilitas yang sudah “tercermin” dalam harga opsi, sehingga memengaruhi mahal/murahnya opsi) kemungkinan berada di level sangat tinggi, mirip lonjakan VIX (indeks yang sering disebut “indeks ketakutan” pasar saham AS) saat pandemi 2020, sehingga opsi menjadi sangat mahal. Sebaliknya, data PPI yang lebih kuat dari perkiraan mengingatkan pada tekanan inflasi yang terjadi sepanjang 2023 dan 2024. Federal Reserve punya rekam jejak menahan suku bunga tetap tinggi untuk melawan inflasi, yang menguatkan dolar dan biasanya menekan harga perak. Ini membuat membeli opsi *put* (kontrak yang memberi hak untuk menjual aset pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk mengantisipasi penurunan) menjadi strategi yang masuk akal untuk bertaruh pada pembalikan arah setelah guncangan geopolitik awal mereda. Lonjakan ini—hampir dua kali rekor tertinggi sebelumnya pada 2011—sangat penting secara historis, dan rasio Emas-terhadap-Perak kemungkinan turun ke level yang sangat rendah. Kita perlu menganalisis rasio ini, yang saat ini berada di sekitar 32, jauh di bawah rata-rata lima tahunnya sekitar 80. Strategi *pair trade* (strategi memasang dua posisi berlawanan pada dua aset yang terkait) dengan *long* kontrak berjangka emas sambil *short* kontrak berjangka perak (strategi mencari untung saat harga turun) bisa menjadi cara yang lebih hati-hati untuk bertaruh bahwa hubungan ini kembali normal. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.