Risiko Geopolitik Mendorong Permintaan Safe Haven
Iran mengatakan akan merespons ultimatum (tenggat dengan ancaman) 48 jam dari Presiden Donald Trump. Ultimatum itu merujuk pada serangan ke pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz dalam 48 jam. Di Inggris, pasar menunggu data awal (perkiraan pertama) S&P Global PMI (Purchasing Managers’ Index/indeks aktivitas bisnis dari survei manajer pembelian) untuk Maret pada hari Selasa. Data CPI (Consumer Price Index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi) Februari akan rilis pada hari Rabu. Data inflasi Inggris diperkirakan berdampak kecil pada pandangan kebijakan Bank of England. Kenaikan harga energi yang terkait gangguan rantai pasok (jalur pasokan barang dari produsen ke pembeli) telah mendorong perkiraan inflasi global naik. Minggu lalu, Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75%. Bank itu menaikkan perkiraan CPI kuartal 3 (Q3—tiga bulan ketiga dalam setahun) menjadi 3,5% dari 2,1% karena guncangan (shock) harga energi global.Dampak Perdagangan untuk Sterling–Dolar
Dengan suasana risk-off (investor menghindari risiko) saat ini, trader (pelaku jual-beli di pasar) dapat mempertimbangkan posisi yang diuntungkan oleh Dolar AS yang lebih kuat dan pound sterling yang lebih lemah. Terlihat pola modal mengalir ke aset safe haven di tengah konflik geopolitik yang meningkat. Indeks Dolar AS (DXY) sudah naik 1,2% selama sepekan terakhir hingga diperdagangkan di atas 104,50, level tertinggi dalam tiga bulan. Lonjakan kecemasan global ini mendorong volatilitas pasar (tingkat naik-turun harga) meningkat tajam, dengan Indeks Volatilitas CBOE (VIX—indikator “tingkat ketakutan” pasar saham AS) naik lebih dari 35% ke 24,5. Dalam kondisi seperti ini, membeli opsi put (kontrak yang memberi hak menjual di harga tertentu; umumnya untung jika harga turun) pada GBP/USD menjadi cara langsung untuk berspekulasi bahwa sterling akan melemah lagi. Namun, trader perlu sadar bahwa volatilitas tersirat (implied volatility—perkiraan volatilitas yang tercermin di harga opsi) yang tinggi membuat opsi mahal, sehingga strategi seperti bear put spread (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain untuk menekan biaya) dapat membantu mengendalikan biaya. Kita melihat pergerakan “lari ke aman” yang hampir sama saat ketegangan AS–Iran pada 2025, ketika pound jatuh sementara dolar menguat. Sejarah menunjukkan guncangan geopolitik bisa berdampak kuat dan cepat, mengalahkan faktor lain. Kenaikan tajam kontrak berjangka Brent (minyak mentah acuan; kontrak berjangka berarti harga disepakati untuk pengiriman di masa depan), yang baru melewati $95 per barel, menambah kekhawatiran inflasi global dan mendukung daya tarik dolar. Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.