Tekanan Politik Meningkat
Jepang juga menominasikan Toichiro Asada dan Ayano Sato untuk bergabung dengan dewan bank sentral yang beranggotakan sembilan orang. Nominasi ini muncul sehari setelah laporan Mainichi. Dolar AS pulih dari pelemahan sebelumnya menjelang pembukaan pasar AS. Indeks Dolar AS (US Dollar Index, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) naik 0,1% di sekitar 98,00. Sebelumnya, Dolar turun setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pidato State of the Union (pidato tahunan presiden tentang kondisi negara) pertama pada masa jabatan keduanya di sidang gabungan Kongres.Prospek Strategi Opsi
BoJ akhirnya melakukan kenaikan suku bunga yang kecil pada November 2025, membawa suku bunga kebijakan menjadi 0,0%. Namun pasar menilai ini hanya sekali saja untuk menjaga citra, bukan awal dari rangkaian kenaikan. Pidato terbaru anggota dewan memperkuat sikap “dovish” (cenderung mendukung suku bunga rendah), menandakan tidak ada niat menaikkan suku bunga lebih lanjut meski inflasi inti (inflasi tanpa komponen yang sering naik-turun tajam seperti energi dan pangan) di Tokyo tetap di atas 2,5%. Sikap pasif ini terus menekan Yen. Di sisi lain, Dolar AS tetap kuat sejak pidato Presiden Trump tahun lalu. Walau The Fed (bank sentral AS) menahan suku bunga sepanjang 2025, data terbaru menunjukkan CPI inti AS (indeks harga konsumen inti, ukuran inflasi inti) Januari 2026 lebih tinggi dari perkiraan di 3,5%, memunculkan lagi pembicaraan bahwa The Fed bisa “hawkish” (cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi). Kesenjangan kebijakan antara BoJ yang pasif dan The Fed yang mungkin lebih aktif menjadi pendorong utama penguatan Dolar. Dengan tren naik yang jelas pada USD/JPY, trader bisa mempertimbangkan membeli opsi call (kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) untuk mendapat untung jika Yen makin melemah. Opsi call April 2026 dengan strike price (harga patokan) sekitar 175,00 dapat dimanfaatkan untuk mengikuti momentum dalam beberapa minggu ke depan. Strategi ini membatasi risiko rugi sambil memberi peluang untung jika pergerakan naik besar terjadi. Perbedaan kebijakan yang bertahan juga membuat implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi, artinya seberapa besar pasar memperkirakan pergerakan harga) tetap tinggi. Volatilitas USD/JPY tenor satu bulan kini 11,2%, di atas rata-rata terbaru. Ini membuat strategi menjual opsi put Yen out-of-the-money (opsi jual dengan harga patokan yang masih jauh dari harga pasar saat ini) terhadap sekeranjang mata uang menarik untuk mengumpulkan premium (uang yang diterima dari menjual opsi). Ini mencerminkan pandangan bahwa Yen kecil kemungkinan tiba-tiba menguat dalam waktu dekat. Namun, tetap ada risiko intervensi dari Kementerian Keuangan Jepang, baik secara verbal (peringatan/komentar untuk memengaruhi pasar) maupun tindakan langsung di pasar, seperti intervensi kecil pada Oktober 2025 di sekitar level 165,00. Karena itu, trader sebaiknya memasang stop-loss yang ketat (batas otomatis untuk menutup posisi agar rugi tidak membesar) pada posisi yang bertaruh Yen melemah. Membeli opsi call JPY yang murah dan jauh out-of-the-money juga bisa menjadi lindung nilai berbiaya rendah (hedge, perlindungan) terhadap perubahan kebijakan mendadak atau intervensi.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.