Di tengah ketidakpastian mengenai pemotongan suku bunga Fed, pasangan USD/JPY turun menuju 154,50

    by VT Markets
    /
    Nov 14, 2025
    Pasangan USD/JPY turun menjadi sekitar 154,50 selama sesi Asia awal pada hari Jumat. Perubahan ini terjadi di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember, karena taruhan pasar tetap terpecah. Komen terbaru dari pejabat Fed menunjukkan kurang percaya diri dalam pemotongan suku bunga pada bulan Desember. Para pembuat kebijakan mengungkapkan keprihatinan tentang melemahnya pasar kerja AS dan inflasi yang terus berada di atas target 2% Fed.

    Poin-poin penting

    Diskusi di Gedung Putih menyebutkan penundaan dalam rilis data yang dapat mempengaruhi pandangan ekonomi. Ekspektasi pasar kini menempatkan peluang 51% untuk pemotongan suku bunga pada bulan Desember, turun dari sebelumnya 62,9%, menurut Alat FedWatch CME. Perdana Menteri Jepang Takaichi menyatakan niat untuk mempertahankan Abenomics dan bekerja sama dengan Bank of Japan (BoJ). Kekhawatiran tentang kemungkinan pengaruh pemerintah dalam menunda kenaikan suku bunga BoJ dapat mempengaruhi nilai JPY. Nilai JPY dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kebijakan BoJ, perbedaan imbal hasil obligasi, dan sentimen risiko. Sementara BoJ secara tradisional melakukan intervensi untuk mengendalikan mata uang, perubahan dari kebijakan yang sangat longgar telah memberikan dukungan bagi Yen baru-baru ini. Sebagai mata uang yang dianggap aman, Yen dapat menguat selama tekanan pasar karena preferensi trader terhadap kestabilan. Dengan USD/JPY mendekati 154,50, kita terjebak di antara dua kekuatan yang saling bertentangan. Pasar ragu akan pemotongan suku bunga Fed pada bulan Desember, sementara kepemimpinan baru Jepang tampaknya memberi tekanan pada Bank of Japan untuk menunda ketatannya. Ketidakpastian ini menunjukkan bahwa volatilitas akan menjadi tema utama dalam beberapa minggu mendatang.

    Opsi untuk Trader

    Keraguan tentang langkah selanjutnya dari Fed dapat dimengerti mengingat data yang bertentangan yang kita lihat. Laporan pekerjaan Oktober 2025 menunjukkan penurunan pasar tenaga kerja dengan hanya 150.000 pekerjaan baru, tetapi inflasi masih tinggi di 3,2%, jauh di atas target 2%. Pidato mendatang oleh pejabat Fed akan menjadi penting untuk setiap perubahan dalam peluang 51% untuk pemotongan suku bunga. Di Jepang, dorongan Perdana Menteri Takaichi untuk melanjutkan “Abenomics” menempatkan Bank of Japan dalam posisi yang sulit. Dengan inflasi Jepang berada di bawah 3%, bank sentral biasanya akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Tekanan politik untuk tetap longgar ini dapat membuat Yen tetap lemah lebih lama dari yang diharapkan. Dengan tekanan yang saling bertentangan ini, kami percaya membeli volatilitas adalah strategi yang paling bijaksana. Long straddle, membeli opsi call dan put dengan harga dan jatuh tempo yang sama, dapat menguntungkan dari pergerakan harga yang signifikan ke arah mana pun. Langkah ini akan memanfaatkan ketidakpastian seputar pertemuan Fed bulan Desember dan kebijakan BoJ.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code