Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Dolar AS menarik permintaan sebagai aset safe haven seiring investor semakin khawatir.

    by VT Markets
    /
    Mar 4, 2026
    Dolar AS mendapat permintaan sebagai aset aman (safe-haven: aset yang biasanya dibeli saat situasi global tegang) ketika ketegangan meningkat di Timur Tengah, setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio tentang kemungkinan tindakan lanjutan terhadap Iran. Harga minyak naik karena kekhawatiran inflasi (kenaikan harga secara umum) dan risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak). Indeks Dolar AS diperdagangkan di sekitar 99,10, turun dari 99,68, level tertinggi sejak November 2025. Dolar AS paling kuat terhadap Dolar Selandia Baru.

    Pasangan Valas Utama Dan Sentimen Risiko

    EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1600 setelah sebelumnya turun ke level terendah sejak November 2025. GBP/USD berada di sekitar 1,3330 setelah turun lalu pulih saat sesi Amerika (jam perdagangan di AS), menyusul komentar utusan Iran di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan laporan sirene di Kuwait. USD/JPY naik ke sekitar 157,50 lalu melemah kembali. AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7050 setelah sempat turun, dengan perhatian pada PMI Jasa Australia (PMI: survei aktivitas bisnis; di atas 50 biasanya berarti ekspansi), PDB Australia kuartal 4 (PDB: ukuran total produksi/ekonomi), dan data PMI China. Emas diperdagangkan di $5.118 setelah sempat menyentuh $5.379, dengan imbal hasil Obligasi Pemerintah AS (US Treasury yields: tingkat “bunga/imbal hasil” dari obligasi pemerintah) yang lebih tinggi menekan harga emas. Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi dalam catatan. Rilis utama mencakup 4–6 Maret, termasuk PDB Australia kuartal 4, CPI Swiss (CPI: indeks harga konsumen/ukuran inflasi), PPI Zona Euro (PPI: indeks harga produsen), data pekerjaan ADP AS (perkiraan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta), data jasa ISM (survei aktivitas sektor jasa), Beige Book The Fed (laporan kondisi ekonomi regional dari bank sentral AS), klaim tunjangan pengangguran AS, dan NFP AS (Nonfarm Payrolls: laporan pekerjaan di luar sektor pertanian).

    Pertimbangan Strategi Dan Lindung Nilai

    Mengingat eskalasi tajam ketegangan di Timur Tengah, kita perlu memperkirakan arus dana aset aman yang berlanjut ke Dolar AS. Kondisi ini membuat posisi long dolar (bertaruh dolar menguat) menarik, misalnya dengan membeli opsi put (hak menjual pada harga tertentu) pada pasangan seperti EUR/USD dan AUD/USD untuk lindung nilai (hedging: mengurangi risiko) terhadap pembalikan mendadak. Indeks Dolar AS yang mundur dari puncak terbaru November 2025 memberi titik masuk yang mungkin lebih baik untuk strategi ini. Risiko besar pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz adalah kekhawatiran utama dan pemicu langsung kenaikan harga minyak mentah. Situasi ini mirip dengan reaksi pasar saat gejolak regional pada 2019 dan awal 2020, yang memicu lonjakan harga jangka pendek. Karena itu, membeli opsi call out-of-the-money (call: hak membeli; out-of-the-money: harga kesepakatan belum menguntungkan saat ini) pada kontrak futures (futures: kontrak beli/jual di masa depan) WTI atau Brent bisa menjadi cara berbiaya lebih rendah untuk berspekulasi pada gangguan pasokan lanjutan. Posisi emas lebih rumit, karena daya tariknya sebagai aset aman ditantang oleh dolar yang kuat dan imbal hasil Treasury yang naik. Dengan harga sudah tinggi di atas $5.100, banyak risiko geopolitik mungkin sudah masuk harga. Trader bisa memakai strategi opsi seperti straddle atau strangle (membeli opsi call dan put sekaligus untuk memanfaatkan pergerakan besar) untuk mengambil peluang dari volatilitas tinggi, baik harga menembus lebih tinggi atau terkoreksi tajam. “Pengukur ketakutan” pasar, CBOE Volatility Index (VIX: indeks yang mengukur perkiraan gejolak harga pasar saham AS), kemungkinan naik lebih dari 40% dalam sepekan terakhir hingga di atas 28, membuat premi opsi (biaya opsi) mahal dan mencerminkan ketidakpastian tinggi. Pekan ini padat data ekonomi penting, terutama laporan NFP AS pada Jumat. Setelah angka pekerjaan yang sangat kuat +350.000 pada laporan Januari, angka kuat lain bisa mengalihkan perhatian dari geopolitik sementara dan memicu pergerakan tajam yang sulit diprediksi. Konflik ini menambah tekanan pada lingkungan yang sudah inflasioner, dengan data CPI AS terbaru menunjukkan inflasi tetap di atas 4,5% secara tahunan (year-over-year: dibanding periode yang sama tahun lalu). Kenaikan harga minyak yang bertahan akan menyulitkan The Fed (bank sentral AS), dan bisa memaksanya tetap hawkish (kebijakan ketat: cenderung menahan inflasi dengan suku bunga lebih tinggi) meski ketidakstabilan global meningkat. Kondisi ini mendukung strategi yang diuntungkan dari gejolak pasar yang berlanjut, karena kebijakan bank sentral dan peristiwa geopolitik menarik pasar ke arah berlawanan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code