Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Indeks Dolar AS diperdagangkan di sekitar 99,35, naik tipis di atas 99,00.

    by VT Markets
    /
    Mar 12, 2026
    Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 99,35 pada perdagangan Asia hari Kamis, bergerak naik melewati 99,00. Indeks ini naik tipis seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan data Klaim Awal Pengangguran mingguan AS (Initial Jobless Claims: jumlah orang yang pertama kali mengajukan bantuan pengangguran) yang akan dirilis pada Kamis. Fokus pasar tetap pada risiko gangguan di sekitar Selat Hormuz. Iran meluncurkan apa yang disebut sebagai operasi paling intens sejak perang dimulai untuk mencoba menghentikan lalu lintas melalui jalur minyak itu, sementara Bahrain melaporkan tangki bahan bakar di satu fasilitas menjadi sasaran dan seorang pejabat pelabuhan Irak mengatakan dua kapal tanker asing terkena serangan, terbakar, dan bocor minyak.

    Data Inflasi dan Perkiraan The Fed

    Dalam data AS, Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI: ukuran kenaikan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen) naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya pada Februari, dibanding 0,2% sebelumnya, sesuai perkiraan. CPI inti (Core CPI: CPI tanpa harga makanan dan energi yang sering naik-turun) naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya, turun dari 0,3% sebelumnya, juga sesuai perkiraan. Tingkat inflasi CPI tahunan tidak berubah dari Januari, sehingga inflasi masih di atas target 2% Federal Reserve (The Fed: bank sentral AS). Pasar menilai hampir 99,5% peluang tidak ada perubahan suku bunga pada rapat The Fed bulan Maret, menurut CME FedWatch (alat pemantau yang memperkirakan peluang keputusan suku bunga berdasarkan harga kontrak berjangka). Jika melihat kembali situasi awal 2025, konflik yang meningkat di Timur Tengah menjadi sinyal jelas bahwa pelaku pasar mencari aset aman (flight to safety: memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman saat krisis). Indeks Dolar AS (DXY) terdorong naik, mencerminkan sentimen ini. Saat itu, DXY menguat menuju level 104 sepanjang Maret dan April 2025, menegaskan permintaan terhadap aset aman. Trader derivatif (derivative traders: pelaku pasar yang memperdagangkan produk turunan seperti opsi dan kontrak berjangka) bisa membaca ini sebagai sinyal untuk mengambil posisi beli dolar AS (go long: mendapat untung jika harga naik). Membeli opsi call (call options: hak untuk membeli aset pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) pada ETF yang mengikuti dolar seperti Invesco DB USD Bullish Fund (UUP) (ETF: reksa dana yang diperdagangkan di bursa) menjadi cara langsung untuk memanfaatkan tren ini. Posisi ini diuntungkan oleh ketegangan geopolitik dan sikap The Fed yang menahan suku bunga.

    Risiko Pasokan Minyak dan Lindung Nilai Volatilitas

    Ancaman langsung terhadap Selat Hormuz menunjukkan risiko besar bagi pasokan minyak dunia. Kita ingat harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI: patokan harga minyak AS) berada di kisaran rendah USD 80 per barel pada periode itu. Ini membuat opsi call pada kontrak berjangka minyak mentah (futures: kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan) atau ETF sektor energi menjadi pilihan logis untuk lindung nilai (hedge: mengurangi risiko) atau spekulasi terhadap guncangan pasokan. Ketidakpastian geopolitik seperti ini biasanya mendorong volatilitas pasar (volatility: tingkat besar-kecilnya pergerakan harga), sehingga Indeks Volatilitas CBOE (VIX: indeks yang mengukur perkiraan gejolak pasar saham AS) menjadi alat penting untuk dipantau. Pada Maret 2025, membeli opsi call VIX bisa menjadi lindung nilai yang masuk akal terhadap risiko penurunan pasar yang lebih luas (sell-off: aksi jual besar-besaran) akibat konflik yang memburuk. Saat ini, VIX diperdagangkan jauh lebih rendah, sekitar 14, menunjukkan peluang tersebut bersifat khusus karena peristiwa tertentu. Dengan pasar hampir sepenuhnya menilai bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada Maret 2025, fokus beralih ke arah suku bunga ke depan. Kini kita tahu The Fed mulai memberi sinyal penurunan suku bunga (rate cuts: pemotongan suku bunga) pada akhir tahun itu, dan akhirnya terjadi. Trader yang jeli saat itu dapat memakai opsi pada kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate: suku bunga acuan pinjaman semalam AS dengan jaminan) untuk bersiap terhadap perubahan arah ini (pivot: perubahan kebijakan) dari sikap agresif (hawkish: cenderung menaikkan/menahan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi).

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code